prewed1

Saat ini kegiatan traveling semakin banyak diminati oleh masyarakat di sekitar kita. Berbagai kalangan tidak pernah absen untuk terus mengunjungi setiap tempat wisata baru, baik di Indonesia maupun luar negeri. Namun, mayoritas dari para wisatawan tersebut hanya membawa pulang ratusan foto dokumentasi dan setenteng oleh-oleh dari objek wisata yang baru mereka kunjungi?

Berbeda halnya dengan perempuan muda satu ini. Intan Deviana Safitri, atau lebih akrab disapa Intan, sudah sejak lama menyukai dunia traveling dan aktivitas outdoor lainnya, seperti naik gunung dan fotografi. Lewat serangkaian aktivitas jalan-jalannya ini, Intan sering kali membagikan foto-foto dan menulis kisah perjalanannya melalui blog pribadinya. Menurut perempuan yang lahir 12 Mei 1989 ini, kegiatan traveling, fotografi, dan menulis adalah satu kesatuan. Salah satunya saja tidak ada, baginya akan kurang sempurna. Melalui foto, orang-orang secara visual akan dapat melihat keindahan destinasi wisata yang dia kunjungi. Sedangkan melalui tulisan orang-orang akan mengetahui berbagai peristiwa atau perasaan selama dia menjelajah destinasi wisata itu.

prewed2

Bagi Intan, foto pra-wedding di pantai atau di taman-taman yang memakai gaunpanjang sudah terlalu mainstream. Dia menginginkan foto pra-wedding yang tidak biasa, walaupun mungkin bagi sebagian orang itu aneh.

“Rencana awal ingin ambil lokasi di gunung Pangrango, karena saya belum pernah naik gunung kesana dan penasaran dengan padang edelweiss yang bernama Mandalawangi. Tapi jadwal foto pra-wedding kami terbentur sama jadwal rehabilitasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).Akhirnyakami menutuskan untuk pindah lokasi ke gunung Papandayan. Alasan saya memilih gunung Papandayan karena gunung ini relatif mudah trek-nya, banyakspot cantik, sumber air melimpah, dan tim kami yang mau berangkat juga sudah paham sekali dengan jalur dan medan trekking-nya,” jelas Intan.

prewed

Kostum pra-wedding Intan dan pasangan pada saat foto adalah kostum yang mereka pakai untuk naik gunung. Jadi, tema yang mereka ambil adalah pure naik gunung bersama pasangan. Beberapa properti yang digunakan pada saat pra-wedding yaitu tas carrier, trekking pole, hammock, dan kamera. Awalnya Intan dan pasanganingin memakai jasa fotografer profesional, tapi mereka tidak berani membawa properti fotografi mereka ke gunung. Akhirnya Intan minta tolong teman yang hobi fotografi. AwalnyaIntan hanya minta tolong pada satu orang teman. Namun, teman Intan yang lain kebetulan ingin sekaligus melatih skill fotografinya. Jadilah tiga orang teman Intan turut memotretmomen mereka itu.

 

Artikel oleh Larasati Cahyanti