invelli aplikasi koperasi simpan pinjam

Sudah bukan hal baru lagi bagi setiap industri di era 4.0 ini untuk merambah ke dunia digital. Bahkan presiden Indonesia, Joko Widodo, mengatakan bahwa Indonesia harus siap untuk menghadapi dunia digital di masa depan. Koperasi dan Bank Prekreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu industri keuangan di Indonesia pun sudah seharusnya bertransformasi ke dunia digital atau Aplikasi Digital. Tidak hanya menerapkan perubahan model bisnis, pelayanan, dan manajemen, tetapi juga penggunaan software atau aplikasi yang akan memudahkan setiap pengguna atau nasabah dalam melakukan transaksi. Pasalnya, akan banyak industri yang mungkin akan tergilas apabila tidak mampu melakukan perubahaan seperti.

Transformasi ke dunia digital menjadi hal yang penting karena meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data statisitik, pada tahun 2018 pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 50%, yang setara dengan 132.7 juta pengguna. Terutama dengan melihat kondisi saat ini, semakin banyak orang yang menjadi pengguna aktif internet. Sehingga, melakukan perubahan ke dalam bentuk aplikasi koperasi atau aplikasi BPR pun menjadi hal yang penting agar koperasi dan BPR tetap dapat bersaing dengan industri keuangan yang lain.

Selain itu, koperasi dan BPR sering dianggap sebagai industri keuangan yang sudah tua atau jadul oleh generasi milenial. Oleh sebab itu, koperasi dan BPR harus melakukan inovasi diberbagai aspek sehingga dapat menarik minat generasi yang paham akan internet ini untuk tetap berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Meskipun merambah ke dunia digital, koperasi dan BPR tetap harus memegang prinsip-prinsip dasar sehingga tidak terjadi perubahan yang begitu besar di lingkungan yang dinamis ini.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh koperasi dan BPR untuk bertransformasi ke dunia digital, yaitu: melakukan pengelolaan secara profesional, memanfaatkan teknologi informasi dengan cara membuat platform atau aplikasi koperasi dan aplikasi BPR melalui Invelli / Cardlez yang memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai kegiatan perbankan, melakukan analisa terhadapa kebutuhan nasabah, dan tetap menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan BPR.

ekonomi koperasi indonesia

Salah satu dari beberapa cara transformasi di atas yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan teknologi. Di zaman yang serba mudah ini, setiap orang menginginkan proses transaksi perbankan yang aman, nyaman dan cepat. Inilah peluang terbesar bagi koperasi dan BPR untuk tetap eksis di era digital, yaitu menerapkan penggunaan aplikasi koperasi dan aplikasi BPR. Dengan adanya perubahan ini, koperasi dan BPR akan terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan setiap anggota dan nasabah.

Dengan adanya aplikasi koperasi dan aplikasi BPR, anggota dan nasabah dapat dengan mudah mengetahui informasi-informasi penting mengenai produk keuangan, layanan apa saja yang diberikan, laporan keuangan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan tanpa harus mengunjungi bangunan fisik dua industri keuangan tersebut. Aplikasi koperasi dan BPR akan membuat masyarakat mudah untuk mengetahu apa yang mereka inginkan, menghemat waktu, dan menambah antusias masyarakat. Terlebih, layanan koperasi dan BPR yang diakses melalui aplikasi dapat meminimalisir pertemuan banyak orang ditengah pandemi covid 19 saat ini.

Akan ada banyak tantangan baru yang semakin kompleks yang akan dihadapi koperasi dan BPR di industri keuangan Indonesia. Transformasi digital sangat diperlukan agar tetap bertahan, bersaing, da berkembang, sehingga koperasi maupun BPR tidak tergilas. Penerapan teknologi dengan melakukan layanan berbasis aplikasi menjadi salah satu jalan terbaik untuk mencapai kesuksesan di era yang dinamis ini.