Memilih untuk tinggal di apartemen atau rumah tapak memiliki konsekuensi masing-masing. Hal ini dilihat bersadarkan pertimbangan mengenai hunian, fasilitas, maupun aksesbilitas. Seperti tinggal di apartemen dengan nuansa pemandangan yang bagus serta fasilitas yang cukup lengkap tanpa harus pergi jauh untuk menikmatinya.

Contohnya jika kamu sewa apartemen sudirman park yang menyediakan berbagai fasilitas lengkap, seperti kolam renang, sauna, fitness center, jogging track, lapangan basket, lapangan tennis bahkan tersedia taman bermain khusus anak-anak dan keamanan 24 jam yang sudah dilengkapi dengan CCTV.

Biaya tinggal di apartemen ?

Namun, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai biaya-biaya tertentu yang hanya akan ditemukan di apartemen saja. Sebelum kamu pindah ke apartemen, pastikan terlebih dahulu biaya apa saja yang perlu dibayarkan.

Pertama, IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan). Biaya ini tercantum pada PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli, biasanya perhitungan biaya ini berdasarkan Rp X per meter persegi. Semakin luas apartemen maka semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan.

IPL akan dibayarkan untuk pengolaan gedung, seperti asuransi, kebersihan, keamanan dan gaji karyawan apartemen. Biaya IPL biasanya antara Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu, semua tergantung dari kondisi dan fasilitas gedung apartemen.

Kedua, Sinking Fund yang lebih fokus kepada pemeliharaan fasilitas yang rusak. Contohnya apabila plafon unit kamu mengalami kerusakan, biaya yang dikeluarkan adalah biaya sinking fund untuk perbaikan dan penggantian plafon kamu. Sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayarnya. Untuk pembayaran sinking fund berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per bulannya.

Ketiga yaitu biaya parkir kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil. Setiap apartemen memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Ada apartemen yang memberikan parkir gratis satu kendaraan untuk setiap unitnya. Kemudian apabila ada kendaraan lain akan dikenakan tambahan biaya parkir. Biasanya biaya parkir untuk motor berkisar maksimal Rp 100 ribu per bulannya, kemudian untuk mobil berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu. Perlu kamu tanyakan bagaimana keamanan kendaraan, apakah apabila terjadi kerusakan atau kehilangan bersedia untuk bertanggung jawab atau tidak.

Keempat mengenai biaya listrik yang cukup menguras kantong kamu. Tentu saja ada perbedaan mengenai apartemen dan rumah tapak. Karena perhitungan listrik di apartemen disamakan dengan golongan gedung kantor atau mall, sehingga lebih baik dibandingkan perhitungan listrik rumah tapak. Apabila terjadi mati lampu kamu tidak perlu khawatir karena tersedia genset, tetapi untuk apartemen biasanya jarang terjadi mati lampu. Biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran listrik antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulannya, tergantung dari pemakaian.

Kelima biaya air, apartemen biasanya mengikuti perhitungan air dari PDAM wilayah tersebut. Biasanya kisaran biaya yang dikeluarkan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jumlah pemakaian. Keenam yaitu biaya laundry yang perlu kamu siapkan. Apabila apartemen kamu tidak cukup untuk ruang mesin cuci dan tidak ada waktu untuk mencuci pakaian, alternatif yang paling baik dengan laundry. Hitungan pembiayaan laundry berdasarkan jumlah kiloan baju yang kamu masukkan. Untuk harga kisaran Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilonya. Perhitungkan juga apabila kamu tinggal sendiri pastikan pakaian yang akan dilaundry laundry maksimal Rp 50 ribu per bulan.

Terakhir fitting out atau yang dikenal dengan biaya renovasi dan dekorasi. Fitting out memang tidak berlaku di semua apartemen, hanya beberapa seperti apartemen di Jakarta yang membebankan biaya ke penghuninya.