Ketuban sangatlah penting sebagai sarana agar janin di dalam perut selalu terlindungi, demikian juga fungsinya untuk membantu agar organ seperti paru-paru bisa tumbuh dengan baik. Tapi seringkali, terjadi ketuban pecah dini sehingga cairan yang ada di dalamnya merembes keluar dari tubuh ibu. Ketika ini terjadi dan tak segera ditangani, akibatnya bisa sangat fatal pada ibu dan anak.

Penyebab kenapa bisa pecah sebelum waktunya masih banyak dipertanyakan. Stress yang dialami sang ibu bisa membuat ketuban yang pecah dini. Demikian juga dengan gaya hidup tak sehat seperti merokok. Kurangnya gizi juga membuat kondisi tubuh ibu kurang bagus, dan membuat rahim menjadi lemah. Ini bisa memberikan kontribusi kenapa ketuban menjadi pecah duluan.

Masalahnya, bisakah ketuban yang pecah duluan ini dicegah sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan? Anda bisa melakukannya dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menghindari terjadinya guncangan yang akan mengusik janin yang ada di dalam perut, terutama ketika naik kendaraan. Jadi hindari dulu naik mobil atau motor untuk sementara.
  • Perkuat fisik dengan melakukan jalan kaki maupun olahraga ringan saja agar leher rahim makin kuat dan ketuban tak mudah pecah.
  • Istirahat yang cukup agar kondisi tubuh tidak drop, dan hindari melakukan aktivitas yang terlalu melelahkan atau berat.
  • Konsumsi vitamin C agar imunitas tubuh tetap terjaga, dan jaga asupan gizi lainnya juga. Minum susu khusus ibu hamil seperti Lactamil Pregnansis sangatlah disarankan.
  • Lakukan pemeriksaan kandungan ke dokter secara rutin dan menyiapkan peralatan dan alat komunikasi sehingga paramedis bisa segera dipanggil kalau perlu.
  • Secara rutin membersihkan daerah intim Anda, apalagi ketika selesai melakukan kegiatan seperti buang air kecil atau air besar.

Niscaya dengan melakukan itu semua, ketuban pecah dini bisa dicegah dan Anda pun tak akan mengalami resiko yang besar. Namun jika ini tetap terjadi, maka janganlah panik. Tetap tenang, hubungi paramedis untuk menjemput Anda, berbaringlah agar cairan tak terus-menerus keluar, dan jangan banyak bergerak. Ketika bantuan datang dan Anda sudah dinyatakan siap melahirkan, barulah Anda bersiap untuk membawa anak ke dunia.