Dalam dunia bisnis, entah itu di bidang marketing, jasa, produksi dan sebagainya, tentu kita akan sering berhadapan dengan berbagai macam tipe klien. Tentu saja tanpa klien, bisnis kita tidak akan berjalan. Namun demikian, ada beberapa tipe klien yang suatu saat nanti pasti akan menempatkan kita pada posisi yang menyulitkan. Siapa saja mereka? Berikut tipe klien yang mungkin akan memberikan masalah dan bagaimana cara mengatasinya.

clients

 

  1. Tipe Expectant (harapan tinggi)

Semua pelanggan tentu ingin hasil kerja kita memuaskan tetapi hal tersebut akan menjadi tuntutan berlebihan bagi para klien yang menginginkan hasil terbaik dengan budget yang minim, ibarat ingin makan enak ala restoran tetapi hanya punya uang untuk makan di warteg
Tentu saja, saya sebagai seorang Konsultan SEO, selalu menyesuaikan pekerjaan dengan anggaran klien. Tetapi jika klien mengharapkan “high requirement” dengan budget yang minimal, saya selalu katakan “tidak”. Mengapa? Setiap kita pasti memiliki standar pelayanan. Ini sama saja dengan prinsip, dimana kita memiliki standar harga yang menentukan posisi kita.

Sedikit tips untuk menghindari tipe expectant adalah dengan menetapkan anggaran dan perjanjian di muka. Jangan biarkan Anda bekerja sebelum mencapai kesepakatan anggaran. Jika itu terjadi, maka akan terjadi kesalahpahaman dua belah pihak. Anda patut waspada pada setiap klien yang tidak terbuka mendiskusikan harga.

  1. Tipe Insistent

Hampir mirip dengan tipe ragu-ragu, tetapi ini lebih menyakitkan. Tipe insistent, selalu berubah dan tidak konsisten dengan apa yang mereka ucapkan. Jika Anda merasa pekerjaan yang ditawarkan diluar kemampuan Anda, tinggalkan dan jangan lakukan. Karena pencapaian tidak akan maksimal dan membuat klien tidak senang. Akhirnya menghancurkan reputasi yang sudah Anda bangun.

  1. Tipe Hiperaktif
    Yah, menjalin hubungan dengan klien memang sangat baik. Tetapi jangan sampai hubungan itu menggangu jadwal proyek yang sedang berjalan. Tipe klien hiperaktif sering melakukannya. Mereka berbicara tanpa batas tentang segala hal, bahkan mengirim email di larut malam atau bahkan dinihari. Tips saya untuk menghindari klien semacam ini:
  • Berkomitmen dengan waktu Anda
  • Jika Anda merasakan klien akan menghabiskan waktu Anda, maka tetapkan uang tambahan untuk menebus waktu Anda yang terbuang.
  • Batasi komunikasi atau tetapkan biaya untuk hal semacam itu secara terpisah.

Pada awalnya, saya sering tidak sadar terbawa arus ketika menghadapi klien semacam ini, karena ingin merasa lebih akrab. Tapi tanpa disadari, ternyata menyita banyak waktu dan menggangu jadwal proyek. Oleh karena itu, latih klien Anda untuk menghormati jadwal Anda seperti halnya Anda menghormati mereka.

 

  1. Tipe Obnoxious
    Ini adalah tipe klien yang tidak pernah puas dengan hasil pekerjaan kita, dengan budget terbatas. Tipe seperti ini biasanya “sok tahu” atau merasa lebih pintar dan paling benar. Maka bersabarlah menghadapi klien dengan tipe ini.

Tips dari saya, jika Anda tidak percaya diri pada layanan Anda, maka klien Anda pun demikian. Jadilah percaya diri dalam tingkat keahlian Anda dan saya yakin Anda akan mendapatkan klien yang lebih berkualitas yang akan menghargai nilai yang Anda tawarkan dan membayar Anda sesuai dengan pencapaian Anda.

 

  1. Tipe Penjahat
    Ini adalah tipe klien yang paling menjengkelkan. Mereka menghilang ketika kontrak telah berakhir dan menghindari pembayaran yang telah ditetapkan. Tidak ada kontak, dan tidak ada penjelasan. Bekerja sia-sia tanpa hasil adalah hal yang sangat memuakkan bukan? Mungkin Anda punya pengalaman tentang klien semacam ini?

Ini mungkin akan sangat sulit diatasi, tetapi ada tips yang mungkin akan dapat menghindari mendapatkan klien dengan tipe penjahat. Antara lain:
Memelihara komunikasi berkelanjutan sepanjang proyek
Meminta pembayaran dimuka, setidaknya 25 % hingga 50% dari total nilai proyek adalah hal yang sangat wajar sebagai jaminan pekerjaan Anda tidak sia-sia.

 

  1. Tipe Klien yang Ragu-ragu

Tipe klien seperti ini agak sulit dikendalikan, mereka terkadang berubah pikiran pada saat proyek sedang berjalan. Entah itu, menambahkan sesuatu, mengubah sama sekali proyek, dan atau bahkan membatalkan, dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal. Solusinya adalah dengan membuat perjanjian dalam kontrak tertulis sebelum kontrak berjalan dan buat pernyataan yang memecah biaya untuk setiap pekerjaan yang terburu-buru, jumlah revisi, pembatalan, ataupun permintaan tambahan. Dengan begitu, setidaknya akan melindungi Anda dari waktu yang sia-sia dan jadwal ketat proyek Anda

 

Klien Anda adalah pelanggan yang harus Anda jaga. Karena tugas Anda adalah menyenangkan mereka dengan layanan yang Anda berikan. Konsisten dengan layanan prima Anda agar kepuasan pelanggan dapat tercapai. Berkaitan dengan tipe-tipe klien di atas, apakah Anda memiliki pengalaman bekerja dengan salah satu tipe klien di atas? Bagaimana Anda menyelesaikan konflik dengan klien Anda?

 

Tentang Penulis,

 

Jonathan adalah seorang yang bekerja di bidang hukum. Di sela kesibukannya itu, Ia mambangun sebuah web toko online bibitbunga.com yang menjual berbagai jenis tanaman hias dan bibit tanaman buah.