dampak memutihkan gigi

Sumber Gambar sarungpreneur.com

Mempunyai gigi putih bersinar merupakan dambaan dari banyak orang. Dengan gigi putih akan meningkatkan kepercayaan diri ketika tersenyum. Oleh karena itu banyak orang yang berlomba-lomba untuk memutihkan giginya dengan cara yang instan. Hal itulah yang melatarbelakangi munculnya produk-produk kosmetik untuk memutihkan gigi.

Padahal tidak semua bahan kosmetik tersebut ramah dengan kesehatan. Oleh karena itu sebaiknya Anda memutihkan pada dokter yang ahli di bidangnya. Pemutihkan gigi akan membuat gigi Anda lebih cerah dengan melapisinya dengan bahan kimia. Namun Anda juga harus tahu efek samping yang bisa ditimbulkan dari proses tersebut.

Inilah beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah Anda menjalani proses pemutihan gigi, khususnya yang menggunakan metode penyinaran atau pemanasan.

  1. Nyeri setelah prosedur (pulpalgia)

Salah satu efek yang ditimbulkan dari pemutihan gigi dengan bahan kimia adalah menyebabkan rasa nyeri secara terus-menerus selama atau setelah pemutihan dilakukan selama 24-48 jam. Bila Anda mengalami gejala ini bisa menggunakan luor topikal (yang dioles) dan pasta gigi pengurang sensitif. Hal tersebut akan meminimalisir dapat yang didapatkan setelah proses pemutihan gigi.

  1. Kerusakan pulpa (kerusakan ruang saraf dan pembuluh darah pada gigi)

Meskipun belum ada penelitian yang menemukan efek yang signifikan pada pulpa, proses pemutihan gigi harus dilakukan dengan cara yang hati-hati. Sebaiknya jangan melakukan pemutihan gigi jangan dilakukan pada pada rongga mulut yang mempunyai gigi berlubang. Karena di daerah gigi berlubang sangat dekat dengan tanduk pulpa.

Oleh karena itu, bila kamu ingin memutihkan gigi sebaiknya memeriksa semua tambalan gigi. Bila ditemukan tambalan yang sudah tidak bagi segera diganti dengan yang baru.

  1. Kerusakan jaringan keras gigi

Bahan kimia Hidrogen peroksida yang digunakan untuk memutihkan gigi ini menyebabkan kerusakan pada gigi. Salah satu efeknya adalah menyebabkan kerusakan pada dentin, email, sementum serta menyebabkan jaringan keras gigi menjadi lebih mudah rusak sehingga menyebabkan lubang gigi baru.

  1. Kerusakan mukosa

Kerusakan murkosa bisa disebabkan bila terjadi kontak antara bahan kimia dengan jaringan rongga mulut. Hal itu menyebabkan ulserasi dan sloughing karena adanya gelembung oksigen jaringan. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa mengaplikasikan krim pelindung atau katalse. Bila terjadi kerusakan mukosa, kemudian bilas dengan air yang banyak sehingga warna putihnya akan mereda.

Anda tidak perlu khawatir bila ingin memutihkan gigi, karena Dokter Gigi bisa melakukan berbagai tindakan medis untuk mencegah terjadinya efek samping paska dilakukan pemutihan gigi. Tindakan medis yang dilakukan seperti menggunakan karet pelindung gusi dan gigi, menggunakan bahan yang aman untuk memutihkan gigi.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada email gigi, dokter akan memberikan bahan pemutih gigi dengan kandungan yang aman serta mengaplikasikan fluor untuk mengembalikan mineral gigi yang hilang akibat proses pemutihan gigi.

Yang perlu kamu perhatikan adalah tidak semua orang bisa langsung melakukan tindakan pemutihan gigi. Setiap orang yang ingin memutihkan gigi harus di periksa kondisi kesehatan gigi seperti gigi berlubang, gigi hipersensitif, gigi berlubang yang sudah mengenai pembuluh darah dan juga ruang saraf. Harus dilakukan perbaikan gigi terlebih dahulu sebelum dilakukan proses pemutihan gigi.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan frekuesi tindakan pemutihan gigi. Pemutihan gigi tidak boleh dilakukan terlalu sering dalam jangka waktu berdekatan. Sebaiknya pemutihan dan pewarnaan gigi paling cepat dilakukan dalam waktu satu tahun.