Batuk adalah suatu bentuk refleks untuk membersihkan jalan nafas dari kuman, virus dan benda asing yang masuk di dalam saluran nafas. Umumnya, penyebab batuk adalah infeksi virus, dan alergi. Batuk pada umumnya tidak berbahaya, yang terpenting pikirkan penyebabnya. Batuk adalah gejala, bukan penyakit.

batuk pada anak

Fakta Mengenai Batuk

– Umumnya disebabkan virus, tidak perlu antibiotik.

– Batuk justru membantu mengeluarkan kotoran dalam saluran nafas.

– Tidak perlu obat anti batuk, seperti dekstrometorfan, codein.

– Dahak = reaksi tubuh atas peradangan. Banyak minum, tidak perlu obat pengencer dahak.

– Pengencer dahak terbaik: cairan, terutama ASI, air putih, kuah sup, dll.

– Yang paling baik adalah memantau perjalanan penyakitnya.

 

Penanganan batuk di rumah:

– Banyak minum: cairan akan mengencerkan dahak

– Buat anak nyaman. Posisi kepala agak tegak, atau ditengkurapkan.

– Kamar jangan terlalu dingin, buat lingkungan kamar agak lembab (misal: letakkan ember air panas di kamar)

– Jika anak menderita asma, pantau dan beri obat asma sesuai petunjuk dokter.

– Kalau anak tidak mau makan, jangan dipaksa.

– Jangan panik kalau anak muntah, karena anak mengeluarkan dahak setelah batuk dengan cara muntah.

 

Hubungi dokter jika anak:

– Sesak napas (frekuensi napas lebih dari ketentuan normal sesuai usia)

– Bibir, wajah, lidah biru / pucat

– Demam ≥ 72 jam atau bayi ≤ 3 bulan

– Batuk panjang pada bayi ≤ 3 bulan

– Terdengar bunyi “whoop” setelah batuk, bunyi mengorok saat menghirup napas, atau bunyi mengi saat menghembuskan napas

– Batuk darah (kecuali habis mimisan)

– Tampak lesu