demam

Anak dikatakan menderita demam jika suhu tubuh ≥ 38,5 C selama minimal 24 jam. Demam umumnya tidak berbahaya. Tingginya demam tidak berarti penyakitnya makin parah. Tujuan pemberian obat demam bukan untuk menormalkan suhu tubuh, melainkan untuk sedikit menurunkan suhu tubuh serta agar anak merasa lebih nyaman (pain killer).

 

APA YANG HARUS DILAKUKAN:

– Tidak panik

– Amati perilaku anak

– Cegah dehidrasi, minum, minum dan minum

– Bila sering muntah atau diare, beri minum elektrolit (oralit)

– Jaman beri penurun panas bila demam tak tinggi. Virus justru akan subur di suhu yang rendah

– Jangan berikan 2 (dua) macam obat penurun panas – resiko efek samping meningkat

– Jika kesadaran anak menurun, periksakan ke dokter.

 

FAKTA PERIHAL

– Demam bukan penyakit, tetapi Alarm untuk menunjukkan ada sesuatu yang sedang terjadi di tubuh kita

– Penyebab utama demam pada anak adalah karena infeksi, terutama infeksi virus

– Demam diperlukan sebagai salah satu mekanisme pertahanan untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi

– Virus akan mati pada suhu tinggi serta berkembang biak pada suhu rendah.

 

KAPAN HARUS KE DOKTER?

– Bila bayi usia:

≤ 3 bulan : suhu tubuh ≥ 38 C

3-6 bulan : suhu tubuh ≥ 38,5 C

Bayi dan anak usia ≥ 6 bulan: suhu tubuh ≥ 40 C

– Tidak mau minum / sudah dehidrasi

– Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

– Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

– Kejang

– Kaku kuduk leher

– Sesak napas, gelisah

– Muntah dan diare

– Sakit kepala hebat

 

[Belum tentu perlu Antibiotik !!]

Sumber: medissehat.web.id