obesitas

Obesitas saat ini adalah masalah yang muncul didunia, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan sebagai epidemik global. Saat ini mempunyai berat badan yang lebih bukan menjadi ukuran sehat atau tidaknya tubuh seseorang, namun kegemukan bisa menjadi masalah karena dapat menjadi sarang berbagai penyakit. Kegemukan terjadi karena kelebihan makanan yang dikonsumsi sesorang tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya.

Hasil penelitian diMcGill University, menemukan fakta bahwa kelebihan berat badan dapat mengurangi rata-rata usia. Disebabkan adanya penungkatan resiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Penderita obesitas tahap teratas atau obesitas parah bisa kehilangan hingga delapan tahun masa hidup.

Seseorang dikatakan kelebihan berat badan jika mereka memiliki indeks massa tubuh (BMII) 25-29,9. Mereka yang memiliki BMI 30 ke atas, namun berat badan orang normal biasanya memiliki 18,5-25. Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok :

–          Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%

–          Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%

–          Obesitas berat   : kelebihan berat badan > 100%

Saat ini sekitar 78,6 juta orang dewasa di Amerika mengalami obesitas. Obesitas telah lama dideklarasikan berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, stroke, dan kanker.

kegemukan

Obesitas terjadi karena akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori. Antara lain faktor-faktor penyebab obesitas adalah sebagai berikut :

  1. Faktor genetik : obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Sering kali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
  2. Faktor lingkungan : gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan beberapa kali seseorang makan serta sebagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat merubah pola genetiknya, tetapi dia dapat merubah pola makan dan aktivitasnya.
  3. Faktor psikis : apa yang ada dalam fikiran seseorang dapat mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif, gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita yang mudah obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya, serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosialnya.
  4. Faktor kesehatan : beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas diantaranya : hipotiroidisme, sindroma cushing, sindroma prader-willi, beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.
  5. Obat-obatan : obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
  6. Faktor perkembangan : penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak.

 

Kesadaran akan bahaya obesitas masih rendah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari mereka menderita obesitas dan berfikir berat badannya normal. Hal itu tentu tidak boleh diabaikan karena obesitas merupakan sumber berbagai penyakit seperti stroke, diabetes, jantung, dan gangguan pernapasan.

 

Artikel oleh Sania Zahra Amelia