gadget

Era sekarang sungguh memprihatinkan, bagaimana tidak?, sekarang setiap anak yang tinggal di kota besar sudah tidak lagi mengenal permainan karet, petak umpat, petak jongkok, dan permainan tradisional lainnya. Teringat dulu ketika saya pulang dari sekolah saya langsung ganti baju dan bawa sepeda dengan kencang nya menghampiri setiap rumah teman saya, dan ketika sudah jam 4 sore terdengar suara teriakkan ibu yang menyuruh saya untuk pulang mandi lalu belajar. Hal itu sudah jarang saya temukan kembali. Hal ini memang bukan masalah besar tetapi, ketika saya menemani keponakkan saya yang sedang di rawat di rumah sakit, teman satu kamar nya yang masih seumur dengan keponakkan saya sangat lincah dalam bermain game di gadget tanpa bersuara sedikit pun. Hari berikutnya ketika saya bertanya kepada anak itu “nama nya siapa?” tidak ada kata yang keluar hanya ada nada “aaaaa”, membuat saya bingung dan bertanya-tanya lalu seorang perempuan tua yang menjaga anak itu menjawab “haris tante” lalu beliau becerita bahwa beliau hanya pengasuh dan haris baru berumur 3 tahun dia belum bisa bicara tetapi bukan karena sakit melainkan jarang nya komunikasi sehingga ia jarang memperhatikan setiap orang yang sedang berbicara dan lebih mengutamakan gadget ketika di ajak berbicara. Dan orang tua dari haris memang sangat sibuk dalam pekerjaannya sehingga mereka hanya dapat memfasilitasi ketimbang memberi perhatian dan kasih sayang nya.

Dari kisah tersebut anak bukan hanya butuh fasilitas tetapi percakapan 10 menit pada saat santai sehingga dapat melatih anak untuk berbicara, memang di era sekarang anak sudah semakin pintar dan mengerti karena dengan ada nya gadget ia merasa sudah tidak butuh perhatian sehingga orang tua yang sibuk dalam pekerjaan nya sangat takut kehilangan pengasuh untuk anak nya. Semoga dari kisah di atas bagi orang tua yang memiliki anak balita akan lebih memperhatikan anak hingga anak sudah beranjak remaja.

 

By Orin Arninda