bisnis jaket kulit di indonesia

Penulis merupakan founder dari web http://tokojaketkulit.net, dan http://sepatubootpria.com yang bergerak dalam penjualan jaket kulit dan sepatu boot pria online, dengan brand MR Ye2, sejak tahun 2011. Silahkan hubungi penulis melalui akun G+ pribadi, +tedikusmayadi

Tulisan ini merupakan opini, jadi hanya berdasarkan pengalaman dan pemahaman penulis saja yang sekarang ini sudah bergelut di bisnis kerajinan kulit. Isi dalam artikel ini kebanyakan adalah murni merupakan opini dan pengalaman yang dialami penulis.

Kerajinan kulit Indonesia seperti jaket kulit dan sepatu boot sebenarnya memiliki potensi besar di pasar perdagangan lokal dan International. Sumberdaya yang berlimpah, serta skill para pengrajin kulit Indonesia, sudah lebih dari cukup untuk bergelut dengan produk-produk luar. Hanya saja dukungan dari pemerintah, serta sumberdaya manusia nya saja yang perlu untuk terus dikembangkan. Dengan perhatian lebih dan dukungan dari semua pihak maka saya yakin bisnis kerajinan kulit ini bisa menjadi salah satu usaha yang berperan dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Sebut saja di daerah Garut – Jawa Barat dan Cibaduyut – Bandung – Jawa Barat, yang merupakan sentra kerajinan jaket kulit dan sepatu kulit di Indonesia. Jika dikembangkan lebih serius mungkin bisa menjadi solusi perekonomian di daerah yang bersangkutan dalam mengurangi pengangguran dan menambah lapangan kerja masyarakat sekitar pada khususnya.

Jika melihat ke belakang yaitu di tahun 2014 sekarang, sektor kerajinan kulit di Indonesia lebih mengutamakan pada keuntungan saja tanpa memperhatikan kualitas. Padahal jika di ubah, misalkan kualitasnya yang lebih baik maka nilai jualnya akan terangkat, dan secara otomatis akan menambah nilai keuntungan. Pada prakteknya sebagian produsen lebih mengutamakan quantity, daripada quality.

Ini akan membuat penilaian secara keseluruhan menjadi kurang menarik di mata konsumen. Misalkan ada anggapan bahwa “jaket kulit Import pasti lebih bagus dari jaket kulit lokal; sepatu boot Import pasti lebih bagus dari produk Lokal”. Inilah image yang akan terbentuk karena kebiasaan menjual produk dengan hanya fokus pada keuntungan, dan kurang memperhatikan kualitasnya.

Hal menarik lainnya adalah ternyata bahan kulit hasil produksi Garut di eksport ke luar negeri, dan jumlahnya lumayan banyak. Hal ini menunjukan kualitas kulit nya bagus, sehingga diterima pasar international, sedangkan jaket kulit nya sendiri sangat jarang sekali yang bisa tembus sebagai komoditas eksport.

Kendala Dalam Mengembangkan Usaha Kerajinan Kulit

Ada beberapa kendala yang menyebabkan jaket kulit khususnya, dan kerajinan kulit indonesia umumnya tidak bisa bersaing di pasar internasional, yaitu diantaranya:

1. Birokrasi Indonesia sangat kompleks. Karena kebanyakan pengrajin kulit adalah pengusaha kecil maka hal ini menjadi kendala besar dalam memasarkan produk mereka. Untuk pengusaha skala kecil, pengetahuan tentang birokrasi ini sangat minim, sehingga banyak yang membatalkan niatnya untuk bersaing di pasar lebih besar seperti pasar international.

2. Modal. Terkadang ada juga pengusaha yang melek dengan birokrasi, serta pemasaran modern tapi terbentur modal. Seperti kita ketahui, harga kerajinan kulit ini adalah harga premium yang jelas untuk mengembangkannya butuh modal besar. Pemerintah dalam programnya menyebutkan adanya modal UMKM, tapi pada kenyataanya dilapangan, tidak semua orang atau pengusaha yang menikmati nya, atau mungkin juga tidak tahu kalau ada progran pemerintah untuk UMKM. Intinya adalah sosialisasi dan proses nya tidak sampai ke semua pengusaha yang membutuhkan bantuan modal.

3. Bersifat tradisional. Pada bisnis tradisional yang diutamakan adalah keuntungan. Sebenarnya semua usaha juga intinya adalah keuntungan. Tapi fokus pada pengusaha modern yang diperlukan disini adalah kepuasan customer. Maka jelas pengusaha kulit harus tahu standar kualitas dari produknya, dan menjaga agar tetap terstandar dengan baik. Dengan fokus pada standar kualitas produk serta pelayanan yang baik maka secara tidak langsung akan menambah keuntungan yang berlipat-lipat. Serta membuat image yang baik di mata customer.

4. System pemasaran masih bersifat kedaerahan. Jika dilihat potensi di Indosesia saja masih banyak daerah yang belum terjangkau. Kabar baiknya saat ini mulai banyak penjual yang memasarkan online. Memasarkan secara online merupakan salah satu solusi dalam menjangkau customer khusus nya yang bertempat tinggal sangat jauh dari sentra penjualan kerajinan kulit. Jika hal ini terus dikembangkan maka pasti akan meningkatkan keuntungan para pengusaha kerajinan kulit Indonesia.

5. Pasar international yang belum tersentuh. Untuk bersaing di pasar internasional memang tidak mudah. Dibutuhkan banyak kesiapan dan pengetahuan yang cukup serta keberanian dalam mencoba. Tapi jika dilihat peluang, maka peluangnya sangat besar karena harga kerajinan kulit indonesia dari segi harga sangatlah murah, dan kualitasnya juga jika dikembangkan cukup bisa bersaing. Salah satu kendala yang dialami para pengusaha kerajinan kulit untuk menembus pasar international adalah sumber daya manusia nya seperti faktor bahasa, dan dukungan pemerintah yang masih kurang, misalkan saja untuk biaya pengiriman yang mahal karena adanya cukai yang tinggi.

6. Branding Produk. Ini adalah strategi yang seharusnya mulai dikembangkan. Brand merupakan identitas produk dan usaha anda. Dengan branding yang baik maka akan menjadikan usaha kerajinan kulit menjadi lebih bersaing dengan brand-brand luar negeri yang saat ini di Import ke Indonesia.

Kesimpulan

– Potensi kerajinan kulit indonesia sangatlah besar jika didukung oleh berbagai pihak, terutama pemerintah, sebagai sektor UMKM yang akan ikut membantu perekonomian masyarakat kecil pada khususnya, dan perekonomian bangsa pada umumnya.

– Penyuluhan, pelatihan dan bimbingan diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar dalam negeri, dan pasar international.

– Pasarnya besar dan masih belum tergarap maksimal, baik pasar dalam negeri ataupun pasar International.

 

Artikel oleh Tedi K