tips hadapi dept collector

tips hadapi dept collector

Bunga mengambil pinjaman tanpa jaminan untuk membantu biaya pengobatan salah satu keluarganya. Setelah itu, atap di rumahnya bocor, mobilnya rusak, sehingga ia pun terpaksa meminjam lebih banyak uang. Dalam waktu setahun, utang Bunga berkembang cepat dan tiba-tiba ia tidak mampu lagi untuk membayar cicilan bulanan.

Bingung dan tidak punya cara untuk melunasi utangnya, ia mencoba mengabaikan masalah tersebut.

Kemudian, ia mulai dapat telepon dari seorang penagih utang saat ia sedang berada di rumah, di kantor, atau pun saat ia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Ketika ia berhasil menghindari panggilan-panggilan tersebut, beberapa penagih utang pun mulai mendatangi rumahnya. Masalahnya menjadi sangat serius dan menakutkan.

Bunga hanyalah satu dari beberapa orang yang pernah berada dalam situasi ini dan bertanya-tanya, “Apa saja sih sebenarnya hak saya? Apa yang harus saya lakukan?”

Tidak membayar pinjaman tanpa jaminan atau KTA memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang

Sebagai permulaan, nama Anda akan tercantum dalam daftar hitam (black list) bank dimana Anda mengambil KTA tersebut. Selain itu, nama Anda juga akan tercantum dalam daftar kolektibilitas Bank Indonesia. Jika Anda berada dalam black list, artinya akan sangat sulit bagi Anda untuk memperoleh fasilitas pinjaman lain, misalnya KPR. Anda bisa mengetahui status Anda melalui fasilitas Informasi Debitur Individual (IDI) di Bank Indonesia.

“Perlu waktu untuk menghapus nama seseorang dari black list, jadi sangat tidak disarankan untuk (ambil resiko) masuk dalam daftar tersebut,” jelas Simon Yos Sudarso, praktisi hukum, pengajar dan mantan Penasihat Hukum untuk sebuah lembaga keuangan.

Langkah-langkah hukum yang dilancarkan pemberi pinjaman

Menurut Simon, kreditur atau bank bisa mengambil tindakan seperti:

• Mengirim staf bank untuk ‘mengunjungi’ Anda dan/atau mengirim penagih utang

• Mengirim surat panggilan atau surat peringatan dari seorang pengacara

• Dalam beberapa kasus yang melibatkan uang dalam jumlah sangat besar, pihak kreditur bisa mengirimkan surat-surat di atas kepada Pengadilan Umum dan, jika pengadilan mengabulkan, aset pun bisa disita dan dijual melalui lelang untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan akibat pinjaman tersebut. Dalam kasus tertentu, dokumen-dokumen bisa dihadapkan ke pengadilan niaga –terutama jika terbukti kalau pihak peminjam masih punya utang pada beberapa pihak. Ini bisa membuat seseorang dinyatakan bangkrut.

Masalah pinjaman adalah kasus perdata

Hukuman penjara biasanya tidak berlaku bagi orang-orang dengan utang tanpa jaminan. Alasannya, karena ini adalah pelanggaran perdata, bukan kriminal, sehingga hukumannya berupa uang. Tapi, peminjam bisa terancam hukuman penjara jika ia memberikan informasi penghasilan yang tidak benar. “Jika Anda menulis penghasilan Anda sebesar Rp 50 juta, padahal sebenarnya hanya Rp 7 juta, maka pengadilan bisa memutuskan bahwa ini termasuk tindakan kriminal dan bisa mengabulkan hukuman penjara,” ujar Simon.

Penagih utang tidak bisa menyita aset Anda

Ketahuilah kalau harus ada perintah pengadilan yang memungkinkan penyitaan harta alias aset Anda. Jika ini pun terjadi, Anda masih bisa naik banding ke Mahkamah Agung. Yang terpenting, hanya aset yang terdaftar dengan nama Anda yang bisa disita. “Jadi, jika Anda tinggal bersama orang tua Anda, aset mereka tidak bisa ikut disita, karena aset
tersebut bukan milik Anda,” jelas Simon.

Tenang saat menghadapi penagih utang

Pertama-tama, tidak perlu takut. Tetap tenang dan bicaralah sesuai fakta saat berkomunikasi dengan penagih utang.

“Bawa saksi bersama Anda; kalau bisa petugas keamanan atau bahkan pengacara. Anda juga bisa menghubungi polisi setempat untuk berjaga-jaga,” sarannya.

Jika seorang penagih utang mengancam Anda, langkah terbaik adalah melaporkan hal tersebut ke polisi. “Menurut Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2011…. ancaman oleh penagih utang tidak diperkenankan. Laporkan kejadian semacam ini secepatnya ke polisi,” Simon menegaskan.

Cari bantuan secepatnya

Sekarang Anda sudah tahu kalau tidak mampu membayar utang berarti Anda berada dalam situasi genting, Karena itulah Anda perlu strategi darurat.

Ini saatnya untuk menghadap ke bank atau lembaga keuangan untuk menegosiasikan masalah ini. Meski belum tentu akan memberikan hasil, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Anda juga bisa meminta bantuan anggota keluarga dan teman-teman dekat. “Bahkan jika mereka tidak bisa membantu secara finansial, mereka bisa memberikan dukungan bagi Anda dan mudah-mudahan membantu selama Anda berusaha terbebas dari utang,” kata Simon.

 

Artikel oleh Ronald Reagen

Keywords:

  • cara menghadapi depkolektor
  • depkolektor
  • cara menghadapi depkolektor bank
  • depkolektor bank
  • cara menghadapi dopkolektor