workaholic

Workaholic adalah istilah yang tidak asing bagi masyarakat terutama yang tinggal di kota besar. Gaya hidup yang sibuk seringkali menjadi penyebab seseorang disebut seorang workaholic.

Workaholic adalah suatu kondisi di mana anda merasa gila kerja, mementingkan pekerjaan secara berlebihan sampai rela mengabaikan aspek lainnya. Kecanduan kerja, mengejar karir, dan mengangap bahwa anda adalah satu-satunya yang bisa mengerjakan pekerjaan dengan benar juga menjadi faktor yang sangat mendukung tumbuhnya sifat workaholic.

Umumnya, sifat ini dimiliki oleh kalangan professional, orang-orang yang sudah bekerja. Jadwal kesibukkan di kantor, pertemuan bisnis, dan tender proyek yang begitu padat akhirnya menjadikan seseorang hanya bisa meluangkan waktu untuk memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau kesibukkannya. Seseorang dengan sifat workaholic biasanya akan mengedepankan urusan pekerjaan dan menomorduakan urusan lainnya. Seringkali, pengidap workaholic kehilangan waktu-waktu yang berharga untuk menjaga kesehatan, untuk keluarga, dan untuk kerabatnya.

Di lingkungan mahasiswa, bukan berarti tidak ada sifat yang disebut dengan workaholic. Dengan banyaknya proyek atau tugas kuliah, bukan mustahil sifat workaholic ini sudah mulai dimiliki oleh mahasiswa. Apalagi untuk mahasiswa yang juga bekerja, bila terlalu fokus dengan pekerjaan dan karirnya, bisa-bisa menjadi workaholic sejati sejak usia dini.

Untuk seorang workaholic, kata keseimbangan hampir tidak ada di perbendaharaan kata mereka. Semua perhatian mereka diutamakan untuk pekerjaan atau tugas. Tidak banyak yang menyadarinya, tapi sesungguhnya kebiasaan atau sifat workaholic sebenarnya berbahaya.

Menjadi seorang workaholic memiliki kerugian atau resiko yang tidak sepele. Seorang workaholic memiliki kebiasaan buruk yang semakin memperkuat sifat workaholicnya.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang berbahaya bagi seorang workaholic.

  1.  Lupa untuk bersantai

Melewatkan waktu bersantai dapat menyebabkan stres. Tingkat stres yang tinggi dapat membuat seseorang menjadi tidak produktif. Padahal, jika kita mau meluangkan waktu untuk bersantai sejenak, kita akan bisa lebih termotivasi untuk pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan.

  1.  Tidak makan sehat

Memang untuk seseorang yang terbiasa aktif, ia akan memiliki banyak sekali kegiatan untuk dilakukan. Rapat club,tugas akhir semester, pertemuan bisnis, dan konferensi, presentasi, dan sebagainya. Akhirnya, untuk menghemat waktu, kita memilih makanan cepat saji yang cenderung tidak bergizi. Selain itu, workaholic  biasanya akan makan secara terburu-buru karena tidak mau membuang waktunya, sementara makan yang terburu-buru membuat nutrisi makanan tidak terserap dengan baik oleh tubuh kita. Padahal, bila kita makan makanan yang sehat dan makan dengan tenang, nutrisi akan terserap dan kita bisa lebih produktif. Hal ini sebaliknya sangat bermanfaat karena tubuh kita akan mampu memberi energy untuk beraktifitas atau mencari ide kreatif yang dibutuhkan.

  1.  Menunda tidur

Seorang profesional dengan jam kerja yang super sibuk pun tetap perlu istirahat sebanyak tujuh sampai sembilan jam waktu tidur setiap malamnya. Kehilangan waktu tidur dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan dalam berkonsentrasi dan masalah memori. Kondisi tersebut bahkan dapat memicu obesitas. Bayangkan bila kita beraktifitas sepanjang hari dan tidak meluangkan waktu untuk tidur, hal itu sama saja dengan ilustrasi melakukan perjalanan Jakarta-Bali dengan mobil tetapi menolak untuk isi bensin satu kali pun. Pada akhirnya, justru tujuan akhir kita tidak akan tercapai.

  1.  Konsumsi Kopi berlebihan

Saat bekerja, seringkali kita minum kopi untuk menghilangkan kantuk. Sebaiknya hindari meminum kopi lebih dari 3 cangkir setiap harinya. Karena mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi, jantung berdebar dan insomnia. Lagi-lagi sebuah resiko yang berhubungan dengan kesehatan.

  1.  Tetap bekerja meskipun sakit

Banyak orang datang ke kantor untuk bekerja atau masuk kelas meskipun sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Ada tiga alasan penting mengapa anda harus tetap tinggal di rumah saat sakit. Pertama, anda kemungkinan besar akan menularkan penyakit ke rekan kerja atau teman sekelas lainnya. Kedua, sudah pasti cara kerja kita menjadi kurang produktif dan ketiga, anda perlu istirahat untuk mengembalikan kondisi tubuh supaya bisa bekerja lebih baik setelah sembuh. Namun seorang workaholic seringkali mendahulukan kepentingan kerja daripada kesehatannya sendiri.

  1.  Tidak ada waktu untuk olah raga

Kebiasaan lain yang sering ditinggalkan workaholic adalah olahraga. Padahal dengan berolahraga, kita akan menambah vitalitas yang dapat berpengaruh baik bagi kesehatan kita dalam jangka panjang. Sebaiknya, berolah ragalah paling tidak 30 menit setiap harinya.

Gaya hidup seorang workaholic dipenuhi dengan kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu kebiasaan buruk tersebut juga tidak baik untuk kehidupan social anda.

Semua kebiasaan dimulai dari sebuah keputusan. Bila anda ternyata memiliki kebiasaan seorang workaholic, buatlah keputusan untuk mulai lebih memperhatikan kebutuhan anda lainnya selain urusan pekerjaan atau tugas. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan atau sifat seorang workaholic.

  1.  Menetapkan batasan jam untuk pekerjaan dan tugas kuliah. Hidup kita bukan hanya untuk kuliah dan kerja. Masih ada aspek-aspek lainnya yang perlu kita luangkan waktu juga.
  1.  Cari waktu yang tepat untuk hubungan pribadi dan hiburan. Spa, fitness, nonton film di mall; hal-hal seperti inilah yang bisa me-refresh jiwa kita. Keseimbangan yang tadinya tidak ada harus mulai ditemukan. Fisik, jiwa, dan rohani kita harus sama-sama seimbang agar kita bisa disebut sehat jasmani  dan rohani. Usahakan untuk sama sekali tidak memikirkan urusan pekerjaan saat meluangkan waktu untuk hiburan.
  2.  Peka dan perhatikan kebutuhan keluarga dan teman-teman terdekat. Jangan sampai anda terkesan seperti “kacang lupa kulit”, karena kita terlalu sibuk dengan kuliah dan kerja. Ajak keluarga dan teman-teman kita untuk jalan-jalan, habiskan waktu berkualitas dengan mereka. Seringkali kita menjadi semakin bersemangat dalam bekerja setelah mendapat support dan semangat dari orang-orang terdekat kita.
  1.  Bila tubuh dan jiwa sudah dipenuhi kebutuhannnya, jangan sampai kesehatan rohani dilupakan. Sebagai warga Indonesia yang percaya adanya Tuhan YME, jangan sampai kita melupakan ibadah. Dengan ibadah, kita akan mendapatkan ketenangan batin, yang akan melancarkan kegiatan kita yang lainnya.

Merubah kebiasaan pada awalnya pasti terasa sangat berat, namun bila dilakukan terus-menerus, kita akan berhasil mengatasi kebiasaan buruk yang sebelumnya merugikan kita. Katakan pada orang terdekat anda mengenai usaha anda merubah kebiasaan sehingga mereka bisa membantu anda untuk benar-benar merubah kebiasaan anda yang buruk atau sifat workaholic anda menjadi kebiasaan yang baik.

 By Rivanya Marsha