Kawah Api Biru

 

Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.433 mdpl dan merupakan ikon wisata Banyuwangi. Gunung Ijen terletak di Taman wisata alam kawah Ijen, kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur. Luas nya kurang kebih 92 ha. Ada hal yang menarik di kawah Ijen, yaitu adanya Api Biru ( blue fire ) yang mempesona dan membuat banyak wisatawan baik domestik ataupun mancanegara tertarik untuk datang melihat langsung. Kejaiban alam api biru ini,  hanya ada 2 di dunia, yaitu di Islandia dan Indonesia. Kita harus berbangga dan bersyukur atas anugerah yang  telah Tuhan berikan untuk bangsa Indonesia.

Penyebab fenomena terjadinya api biru yang karena dipicu terbakarnya gas metana oleh rembesan panas bumi dari perut bumi yang mencapai sekitar 600 derajat Celsius. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Ijen Bambang Heri Purwanto mengatakan bahwa gunung Ijen mempunyai potensi wisata karena ada api biru. Selain itu potensi lainnya adalah  belerang gunung Ijen yang sangat besar, perhari sebanyak 60 belerang keluar dari perut bumi dan hanya 20 persen saja yang dapat dimanfaatkan atau hanya 15 ton yang diambil setiap harinya. Oleh karena itu banyak penambang tradisional yang mengambil dan mengangkut belerang, yang bisa wisatawan temui dalam perjalanan mendaki di gunung Ijen.

Mendaki gunung Ijen dan berburu api biru, bisa lewat Kabupaten banyuwangi, lalu menuju kecamatan Licin dan langsung menuju desa Jambu lalu ke Patulding (pintu masuk Gunung Ijen).  Mobil atau bis hanya bisa sampai patulding. Dari Patulding setelah membayar tiket masuk, maka wisatawan akan berjalan kaki dan mulai mendaki Ijen sejauh 2 km, yang membutuhkan waktu 2 jam dengan berjalan santai. Disarankan wisatawan mulai mendaki dari Patulding pukul 01.00 pagi, agar bisa melihat api biru.

Selanjutnya wisatawan akan tiba di bibir kawah, disini wisatawan akan melihat danau tertutup kabut dan asap belerang, jika matahari telah  terbit dan kabut menghilang, maka danau ini akan terlihat indah dengan warna hijau toska. Wisatawan harus turun ke kawah Ijen untuk melihat dari dekat api biru. Kondisi trakking yang sangat terjal dan licin karena berpasir, membuat wisatawan harus berjalan dengan hati-hati dan pelan-pelan. Jangan lupa membawa senter, karena gelap, matahari belum muncul. Jika sudah siang atau matahari telah terbit, biasanya api biru tidak akan terlihat. Masker juga perlu dipakai karena akan tercium bau belerang yang sangat menyengat hidung. Di dasar kawah wisatawan bisa melihat api biru yang sangat indah. Pemandangan lain yang bisa disaksikan disini adalah lelehan fumarol yang membentuk gundukan berwarna kuning cerah.

oleh A. Gunturiadi