tips online shop

tips online shop

Online shop, toko-toko yang menjual barang dagangannya melalui situs internet dan jejaring media sosial, sedang marak terjadi di dunia, khususnya di Indonesia. Barang-barang yang dijual pun sangat beragam, mulai dari pakaian, tas, sepatu, hingga aksesoris handphone. Teknologi yang semakin canggih pun semakin mendukung menjamurnya toko online di Indonesia. Namun, semakin berkembangnya toko online, semakin marak pula penipuan yang terjadi. Penipuan tidak hanya dapat terjadi pada customer, atau orang yang membeli barang, namun juga dapat terjadi kepada para pemilik toko online.

Bunga Rezkita, pemilik toko online Minah Shop, sudah cukup lama berkecimpung di dunia perdagangan online selama kurang lebih empat tahun. Sudah banyak suka duka yang dialami oleh Bunga. Ia pernah ditipu oleh suppliernya sendiri dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Awalnya Bunga mengenal suppliernya tersebut dari Blackberry Messenger. Ia memberanikan diri untuk memesan Acai Berry sebanyak 100 buah, dan mengajak untuk bertransaksi langsung dengan suppliernya, namun hal tersebut gagal terlaksana. Suppliernya kerap memaksa Bunga untuk mengirimkan uang dengan alasan barang akan segera dikirimkan kepadanya melalui kurir. Dalam keadaan yang mendesak, ia pun mentransfer sejumlah uang ke suppliernya. Namun setelah menunggu kurang lebih satu minggu, supplier ini tidak memberi kabar sama sekali mengenai barang yang dipesan. Semua komunikasi putus, yang terakhir hanyalah pesan singkat dari si penipu, “Terima kasih atas uangnya.” Sejak pesan singkat tersebut masuk, supplier langsung hilang kontak total, kabur membawa uang jutaan rupiah milik Bunga. Bunga pun hanya bisa pasrah dan mencoba mengikhlaskan uangnya yang telah raib.

Contoh lainnya datang dari Dinda Maharrani, pemilik toko online yang menjual Pocketbac, yang juga tertipu oleh pembelinya. Pembeli mengaku sudah mentransfer uang seperti yang sudah dijanjikan. Saat barang sudah dikirim ke pembeli, ternyata uang tersebut belum masuk ke rekening Dinda. Saat mencoba menghubungi kembali, pembeli tersebut sudah hilang kontak dengan menonaktifkan nomor handphonenya.

Menjadi penjual online, tidak selalu mujur yang didapat. Para penjual online harus sangat berhati-hati dalam berhubungan dengan pembeli maupun dengan pensuplai barang dagangan mereka. Semakin canggih jaman, semakin canggih pula cara yang dipakai oleh para penipu untuk mendapatkan uang berlimpah.

Berikut beberapa tips untuk menghindari penipuan bagi para penjual online lainnya. Menurut Dinda, janganlah terlalu percaya pada siapapun, baik itu supplier, pembeli, hingga sesama penjual online lainnya. Dunia online tetaplah dunia online. Selama kita belum mengenal secara pribadi dengan orang yang bersangkutan, alangkah lebih baik apabila kita tetap berhati-hati dan waspada dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Lalu, disarankan untuk mengunduh aplikasi mobile banking atau internet banking agar memudahkan untuk melacak uang yang sudah masuk ke dalam rekening.

Bunga menambahkan, sebagai penjual online yang pintar, haruslah kita mengecek testimoni-testimoni dari para pengguna akun sosial media lainnya. Berbagi pengalaman juga dapat menjadi salah satu cara efektif dalam memberantas penipuan. Jika bertransaksi dalam jumlah yang cukup besar, disarankan untuk bertransaksi secara langsung dengan pembeli ataupun dengan supplier, agar tidak menimbulkan penipuan dan kecurangan. Jangan gugup dengan paksaan untuk mengirimkan uang. Mintalah bantuan orang sekitar untuk memikirkan jalan keluar yang tepat. Jadilah penjual sekaligus pembeli yang cerdas dengan memberantas penipuan!

By : Marcella Metta Puspita