photo credit: gettyimages.co.uk

rusdi kirana

profil rusdi kirana

Dibalik aksi Rusdi Kirana sang pemimpin maskapai penerbangan asal Indonesia berlogo Singa merah membeli 230 unit pesawat boeing, memesan
200 pesawat Airbus,dan melahirkan penerbangan full service Batik Air, hanyalah seorang mantan penjual mesin tik yang sederhana.

Rusdi Kirana adalah pria dibalik maskapai penerbangan yang bermoto “We Make People Fly”. Dia yang menjabat sebagai sang CEO dan President Director, membuat dobrakan-dobrakan spektakuler selama beberapa tahun belakangan ini. Perusahaan yang ia pegang dengan kakak kandungnya, Kusnan Kirana, memang mengalami masa jatuh bangunnya dengan segala konflik dan kecelakaan yang terjadi tetapi hal ini tidak menghentikan DUO KIRANA ini untuk terus melebarkan sayap mereka di industri penerbangan.

KARIR

Dibalik kumisnya yang lebat, serta senyumannya yang ceria, Rusdi adalah sosok yang misterius. Inilah mengapa ia tidak begitu menyukai publisitas.

Meski sambutan yang ia dapatkan di Perancis saat perjanjian pembelian pesawat jenis Airbus cukup meriah, sang miliarder yang tidak merasa terpukau. “Saya senang berada di sini, namun saya lebih tertarik dengan perumahan yang akan saya bangun untuk para pegawai saya beserta keluarganya,” ujar Rusdi kepada kantor berita Reuters, setelah penandatanganan perjanjian.

Ya, Perusahaan itu kini sedang membangun rumah untuk 10 ribu orang termasuk keluarga karyawan. Dan pembangunan itu sudah hampir selesai. Para pengamat melihat bahwa usul yang dibuat memang masuk akal karena kemacetan kota yang tidak dapat terhindar sehingga para karyawan disiapkan rumah disatu area yang dekat dengan tempat kerja. Rusdi Kirana sendiri memiliki rumah di Indonesia, Singapura dan Malaysia, namun dia ingat hari-hari ketika dia berangkat ke sekolah dengan perut lapar.

Pengusaha yang lahir pada tanggal 17 agustus 1963 ini mengaku ia masih sering terbang menggunakan kelas ekonomi dan gemar berbicara tentang masa lalu nya yang sederhana. “Saya lebih senang terbang dengan kelas ekonomi, namun terkadang itu membuat para pemasok saya tidak nyaman. Saya tidak mau membuat produsen kesal,” ujar Rusdi dengan bercanda.Ia bersama dengan kakaknya mendirikan maskapai penerbangan domestik berbiaya rendah terbesar di Indonesia dengan hanya satu pesawat 13 tahun silam.

Rusdi mulai merintis karir ketika ia masih remaja hanya sebagai penjual mesin tik buatan Amerika. Kemudian ia dan kakaknya mendirikan perusahaan perjalanan bersama, lalu baru mereka membuat maskapai penerbangan pada Juni 2000 dengan 1 rute saja yaitu Jakarta-Pontianak.
Siapa yang menyangka, tiga bulan setelah didirikan Rusdi tergoda untuk menjual maskapai itu untuk uang $1 juta (Rp 10 miliar), namun ia mengatakan istrinya mencegahnya. Rusdi memiliki seorang istri dan dikarunia tiga orang anak. Saat ini usianya 50 tahun dan masih terus berkarya.

Dengan berbagai kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan oleh Kirana Bersaudara dan perusahaanya, pantas saja mereka berhasil membuat
perusahaannya menjadi berhasil dan sukses sampai detik ini. Kontribusi dari para pegawai juga ikut mendukung keberhasilan Lion air dengan performa mereka yang ramah dan terampil.

Selain itu, Rusdi juga menyebut bahwa bisnis yang digelutinya bisa sukses karena ia selalu berusaha memberikan kepuasan kepada orang lain. Dengan prinsip tersebut, Rusdi Kirana kini dikenal sebagai maestro penerbangan murah di tanah air. Bahkan, ia pernah dinobatkan sebagai tokoh bisnis paling berpengaruh dari sebuah media ekonomi nasional. Kini, perusahaannya juga telah siap untuk mendunia dengan adanya pesawat dan rute baru.

Rusdi bercerita bahwa salah satu dari sekian banyak impiannya adalah untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi yang teratas di industri penerbangan di ASEAN. Dan sampai sejauh ini, kita sepertinya harus setuju bahwa Lion Air memang terus menuju keatas.

 

Artikel oleh Monic Michelle