Waspada!

Waspada!

Angka Kriminalitas yang terjadi di Ibukota DKI Jakarta memang sepertinya semakin meningkat dari tahun ke tahunnya, harapan untuk menurunkan angka kriminalitas yang terjadi mungkin akan sedikit sulit. Hal ini terjadi karena lemahnya dan kurangnya rasa kemanusiaan, serta kepedulian terhadap satu sama lain dari masing-masing individu. Selain itu faktor ekonomi pun kerap menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan kriminalitas. Tindak kejahatan dan kriminalitas yang terjadi juga sangat banyak dan beragam jenisnya, salah satu tindak kejahatan yang paling sering terjadi adalah di angkutan umum. Padahal angkutan umum yang merupakan sarana transportasi sudah seharusnya aman dan dapat memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya, tapi hal ini ternyata dibuktikan salah karena sudah banyak sekali tindak kejahatan dan kriminalitas yang terjadi di angkutan umum. Kejahatan yang sering terjadi adalah perampokan, pencopetan, pelecehan seksual, pemerkosaan, bahkan ada juga kasus yang bermula dari pemerkosaan hingga ber-ujung menjadi tindak pembunuhan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Adalah SH (inisial nama), 20 tahun seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Pusat yang baru-baru ini telah menjadi korban dari tindak kejahatan di angkutan umum. “ Jadi kondisinya saya saat itu lagi mau pulang ke rumah sehabis olahraga muay thai, kira-kira jam setengah 5 sore saya naik angkutan umum mau menuju ke stasiun kereta api Karet Sudirman. Saat itu total jumlah penumpang ada 6 orang sudah termasuk saya, semua penumpangnya itu laki-laki. Di pertengahan perjalanan menuju ke stasiun, tiba-tiba saya ditodong pakai pisau oleh salah satu dari mereka dan orang yang menodong saya itu minta harta, ternyata semua penumpang saat itu beserta dengan supir nya sudah sekongkol dan memang sudah berniat untuk merampok. Saya panik, takut dan tidak bisa berbuat apa apa karena pisau nya itu sudah di sodorkan di leher saya. Karena situasi yang benar-benar terdesak akhirnya saya kasih iPhone saya ke orang itu, dan setelah itu saya langsung minta turun di pinggir jalan. Karena kejadian itu saya jadi trauma banget kalau mau naik angkutan umum, saya jadi takut dan tidak berani. Padahal sebelum semua hal itu terjadi, saya tuh berani berani saja naik angkutan umum. “ ujar SH. SH pun menambahkan bahwa selain mengalami trauma dan takut naik angkutan umum, dirinya juga menjadi takut apabila melewati daerah kejadian dimana ia ditodong menggunakan pisau.

Selain SH, ada pula seorang mahasiswi dari perguruan tinggi swasta di Jakarta Pusat ber-inisial MK, 20 tahun yang baru-baru ini juga telah menjadi korban dari tindak kejahatan di angkutan umum. Berikut pengakuan dan penjelasan dari MK terkait kasus yang baru saja dialami nya “ Waktu itu siang-siang saya dan teman saya naik bus dari FX Mall menuju ke arah Karet Sudirman, kondisi bus saat itu penuh dan jalanan lagi lumayan macet. Sampai akhirnya konsentrasi dan pandangan saya tertuju pada tiga orang bapak-bapak ber-penampilan menggunakan kemeja rapih, entah kenapa saya curiga dengan tingkah laku dan gerak-gerik tiga orang bapak-bapak ini. Sampai akhirnya menjelang di tempat perhentian dimana saya dan teman saya akan turun, saya lihat satu dari tiga orang bapak itu membuka resleting tas ransel teman saya, dan teman saya ini tidak sadar. Spontan saya pun langsung mem-beritahu teman saya itu dengan nada bicara yang keras dan tinggi untuk menarik perhatian semua penumpang bus, tapi ternyata tanpa saya sadari resleting dari tas saya sendiri sudah terbuka lebar dan dompet saya hilang. Saya panik, kaget, takut, tapi saya langsung curiga dengan tiga orang bapak-bapak tadi. Kebetulan dompet saya ini memang ukurannya cukup besar dan warna nya juga mencolok, dan saya langsung melihat kalau dompet saya itu sudah di duduki oleh salah satu dari tiga orang bapak-bapak tadi. Saya rasa salah satu dari bapak tadi itu membuka resleting tas saya dan dia berusaha menyembunyikan dompet saya itu dengan cara di-duduki, tapi karena dompet saya besar dan warna nya mencolok jadi masih keliatan. Saya pun langsung marah-marah dan saya hampiri bapak itu, saya suruh dia berdiri dan saya langsung ambil lagi dompet saya. Setelah kejadian itu saya dan teman saya langsung turun dari bus diikuti oleh beberapa ibu-ibu. Setelah turun, ada satu ibu-ibu yang menghampiri saya dan bilang kalau memang ternyata ibu-ibu itu sudah melihat ada bapak-bapak yang membuka tas ransel dan mengambil dompet saya, namun ibu itu tidak berani bilang atau melakukan apa apa karena dia takut. Saya juga bersyukur banget karena untung saya tidak sampai di todong pakai senjata tajam, walaupun memang akhirnya tidak ada satu pun barang saya yang hilang tapi saya menjadi shock, kaget, dan bener-bener tidak percaya kalau hal seperti itu bisa terjadi sama saya di angkutan umum. Karena shock dan kaget saya pun sempat jongkok di trotoar pinggir jalan dan nangis-nangis. “

Melihat hal-hal ini, dapat disimpulkan dan diketahui bahwa memang tingkat keamanan di angkutan umum masih sangat minim dan lemah. Kejahatan juga dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan pada siapa pun. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita sendiri untuk selalu waspada dan berhati-hati. Walaupun tindak kejahatan dan kriminalitas yang terjadi di angkutan umum tidak bisa sepenuhnya di hapus dan dihilangkan, tetapi ada beberapa cara untuk menjaga diri dan terhindar dari upaya tindak kejahatan di angkutan umum. Berikut ini ada beberapa tips/saran apabila kita akan atau sedang naik angkutan umum.

1. Jangan menggunakan perhiasan/aksesoris yang mencolok dan berlebihan

2. Hindari mengeluarkan dan memainkan gadget/alat elektronik Anda di dalam angkutan umum secara terus menerus

3. Hindari melakukan tatap mata/eye contact terhadap orang asing yang berada di angkutan umum (untuk menghindari tindak atau usaha hipnotis)

4. Sediakan uang tunai/uang cash di dalam dompet secukupnya saja

5. Usahakan agar selalu langsung menyediakan dan menaruh uang untuk membayar tarif angkutan umum di saku baju atau di tempat yang mudah di jangkau, sehingga tidak perlu mengeluarkan dan membuka dompet pada saat ingin membayar

6. Tetap fokus dan konsentrasi selama perjalanan, selalu sigap dan hati-hati pada saat apa pun

7. Usahakan untuk tetap sadar dan jangan tertidur selama perjalanan

8. Apabila ada gerak-gerik dan perlakuan yang aneh dari orang asing, usahakan untuk jangan sampai lengah dan tetap fokus

9. Sediakan alat untuk menjaga/melindungi diri (pepper spray/semprotan lada, alat kejut listrik, dll)

10. Selalu sadari barang-barang apa saja yang Anda bawa (tas, dompet, hp, dll).

 

Artikel oleh Julius Alexander

Keywords:

  • yhs-fullyhosted_003
  • jelaskan beberapa hal cara menjaga keamanan dan kenyamanan transportasi bus umum
  • cara menjaga keamanan dan kenyamanan transportasi bus umum
  • gambar waspada