“Semuanya mulai dari kenalan online.” Tamara, 18 tahun, bitten by the online love bug. Social Media, berfungsi untuk menghubungkan kita kepada dunia lain yang penuh kemungkinan yang dikenal sebagai dunia maya atau ‘The Virtual World’. Almost anything can happen in this virtual world.

Fungsi utama media sosial ini adalah untuk bersosialisasi, kita dapat dipertemukan dengan siapa saja diluar dunia nyata, but is it really match-making?

Facebook, Twitter, Path, Instagram, are they your online cupid?

“Aku percaya kalau hubungan bisa bermula dari social media, dan dari cerita-cerita yang aku denger bahkan ada yang sampe nikah dari ketemunya di social media” Naomi, gadis berumur 18tahun yang berpengalaman dalam social media dating bercerita. So, is it really possible?

virtual relationship

Kita memang bisa bertemu dengan berbagai macam orang di media sosial ini, tapi gimana kita dapat mengenal dan menilai mereka jika belum pernah bertemu secara langsung di luar dunia maya? Menurut virtual couples ini profle dan status atau post adalah sarana pertama untuk menilai dan mengenal seseorang yang ada di dunia maya. “account profile media sosial ini merupakan sarana pertama kita bisa menilai orang, karena mereka juga bisa liat dari bio profile kita dan dari status kita atau post kita dan sebaliknya” ujar, Naomi. Ada juga yang berpendapat dengan melihat status orang-orang itu kita bisa melihat, apakah profile dan status online kamu sesuai pribadi offline? ada yang mengatakan bahwa profile dan status mereka mencerminkan diri mereka secara pribadi diluar media sosial, tapi ada juga yang mengatakan mereka ingin tampil beda online daripada offline, dalam arti lebih outgoing dan fun. “pribadi online kira-kira 75% sesuai pribadi offline” Kata, Naomi.

Menurut cerita pengalaman Naomi dan Tamara, hubungan mereka barawal dari kenalan online di sosial media dan masuk ke profile orang yang mereka temui itu, setelah itu mulai melihat status, following dan followers mereka, jika sudah mereka sangat dekat dan nyaman dengan orang itu mulailah bertukar kontak pribadi, seperti nomor telpon, email, dan kontak lainnya yang lebih personal. Dengan bertukar kontak tersebut, mulailah mereka saling mengenal lebih dalam tentang potential partner “menukar kontak info itu agar kita punya hubungan juga diluar social media atau di dunia nyata ini.” Ujar, Tamara.

Setelah mengenal lebih baik dan sering kontak di luar media sosial, the next step is ‘The Meeting’. Dimana butuh banget kontak face to face untuk memastikan mereka sesuai dengan harapan atau visualisasi kamu dibanding di account media sosial mereka. Does he / she match their profile?

Setiap relationship pernah mengalami masalah, bukan? the downside of online relationships atau hubungan yang dibawa dari social media ke dunia nyata adalah keraguan terhadap pasangan kamu.

Menurut salah satu pakar sosial media, Amien Krisna, Technical Director di Kana Digital, perbandingan antara akun media sosial palsu dan pengguna aktif yang terpercaya itu kabur dan susah banget membedakannya. Faktor utama yang menyebabkan adalah pengguna itu sendiri yang biasanya punya alter ego yang mereka tunjukan di media sosial. “Jumlah aktualnya memang sudah kabur tetapi kalau menurut saya berdasarkan pengalaman bekerja di bidang yang berpusat kepada media sosial dan internet, untuk sekarang ini lebih banyak akun palsu” Ia lalu melanjutkan “kalau dilihat dalam sehari-harinya saja banyak orang yang bisa memiliki sekitar 4 akun dan anda tidak tahu anda berbicara dengan akun yang mana dan tidak tahu apakah dia asli, maybe it is their alter-ego talking.”

Sejauh ini memang masih banyak keraguan tentang media sosial dan internet terutama dalam menjalin hubungan online, tapi bagi kamu yang sedang in a virtual relationship atau yang ingin mencoba menjalin hubungan di media sosial, here are some tips dalam menggunakan social media yang aman dan expressive:

Pertama, “Make your profile interesting but still represent yourself offline.” yang paling penting, “Dont have bogus bio.” ujar, pakar, Amien Krisna. Ia juga menyarankan untuk mengisi bio dan interest di media sosial dengan informasi yang akurat tentang diri sendiri, tetapi jangan sertakan informasi yang too personal terutama kalau belum kenal baik followers atau following.

Next, “Be Yourself, Dont show off yourself.” ini untuk cara mengekpresikan diri melalui status tanpa overly exaggerate yourself dan menunjukan hidup kamu sepenuhnya. Pesan dari beberapa orang yang berpengalaman dalam berhubungan dengan pasangan malalui media sosial adalah “Be yourself” dengan profile dan status atau post kamu, namun juga untuk berhati-hati karena harus menerima fakta bahwa kita tidak akan sepenuhnya tahu atau kenal baik secara detail dengan orang-orang yang kita kenal dari media sosial karena pasti tetap ada masalah mengenai trust meski sedikit atau mengenai hal kecil. Ini bisa membantu dalam expressing yourself, tapi juga jaga keamanan diri. Remember, safety first.

Dalam mempertahankan hubungan yang blooming dari medis sosial ini, Menurut Naomi dan Tamara, yang bisa dilakukan adalah tetap saling percaya pada pasangan dan harus yakin akan perasaan masing-masing sebelum hubungan itu masuk ke tahap yang lebih serius. Selain itu, jaga diri online dan offline dengan selalu mencari tahu sebaik-baiknya tentang orang – orang yang menjalin hubungan dengan kamu di media sosial.

 

Artikel oleh Sarah Putri