Kontributor : Reynaldhi Hartaman Samilan Ginandjar

Jakarta – Prestasi rendah, ketidakharmonisan dalam keluarga, pornografi dan porno aksi  sampai kekerasan seksual, narkoba, bunuh diri, pencurian dan perampokan adalah hal yang selalu menjadi buah bibir di sekitar masyarakat di Indonesia.

”Indonesia memang sudah berubah sejak adanya pengaruh gaya hidup dari budaya luar, memudarnya nilai – nilai norma dan juga stimulasi internet yang menyebabkan adanya kecanduan pada seseorang, khususnya anak remaja,” ujar A Kasandra Putranto, salah satu psikolog terkenal yang mempunyai peran penting dalam bidang pekerti anak di Indonesia. Pertumbuhan pekerti anak dari kecil sangatlah diperlukan agar kita, sebagai orangtua dapat membatasi dan menjauhkan anak kita dari segala hal-hal yang dapat merusak masa depannya.

A Kasandra Putranto psikolog

A Kasandra Putranto psikolog

Dibutuhkan komitmen yang kuat dan kerjasama yang erat dari semua pihak,meliputi pemerintah, media, masyarakat, sekolah dan yang terpenting adalah keluarga untuk melakukan sebuah revolusi psikologis terhadap proses tumbuh kembangnya anak di Indonesia yang sedang dilanda dengan banyak ancaman yang telah dipaparkan oleh Psikolog kelahiran 17 Febuari 1968 tersebut.

Rumah Matahari adalah sebuah konsep yang diciptakan oleh Kasandra Associates yang sangat aplikatif dan dilakukan secara swadaya masyarakat. Ini melibatkan seluruh keluarga yang ada di Indonesia untuk bisa membuat sebuah ‘rumah’ yang dapat memberikan kehangatan bagi anak-anak.Dengan adanya kehadiran figure Ayah Matahari, Ibu Matahari dan Anak Matahari, dapat menghasilkan sebuah komitmen untuk mengembalikan fungsi keluarga sebagai wadah pembentukan pekerti dan karakter dari anak-anak, calon penerus masa depan bangsa. ”Karena bagaimanapun juga, setiap anak itu adalah sebuah ‘product ‘ dari ‘pabrik’ manusia yang saat ini telah mengalami penurunan ‘kualitas’ dikarenakan kurangnya kebersamaan dan juga fungsi dari family tersebut,” ujar psikolog jebolan Universitas Indonesia tersebut.

Rumah Matahari sangat mudah untuk dikelola bersama dalam lingkaran masyarakat, demi efektifitas dan efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Sarana dan prasarana dasar yang dibutuhkan berupa buku, perangkat media informasi, beberapa mainan, poster, papan informasi dan
bantal. Kegiatan ini semua dilakukan minimal 3 kali seminggu untuk belajar prinsip dasar pekerti yang dibuat sedemikian rupa dalam bentuk :
Dongeng yang dapat dibacakan oleh Ayah dan Ibu Matahari yang berguna untuk mengetahui hal dan perlindungan diri dari berbagai ancaman bahaya.

Video mini series yang didampingin oleh kedua Orangtua Matahari yang mengajarkan pekerti dan nilai,terutama untuk mengerti tentang perlindungan diri dari bahaya, seperti kecanduan pornografi, game, kekerasan dan narkoba.

Diskusi dan komunikasi terbuka yang membahas dongen dan mini series yang mengutamakan pemahaman anak.

Latihan praktis keterampilan pekerti dan karakter seperti mengenali diri, meningkatkan kepercayaan diri, mengenali batasan dalam bergaul, sikap asertif, kemampuan bersosialisasi, etika dan sikap positif, mengenali ancaman bahaya di sekitar serta menerapkan nilai etika dan pekerti dalam kehiduapn sehari-hari.

Penyuluhan/konsultasi/diskusi kelompok tentang permasalahan dalam keluarga dengan menghadirkan konselor atau tenaga ahli lainnya, minimal sebulan sekali.

Pemeriksaan kesehatan untuk ibu dan anak, minimal 6 bulan sekali.

• Identifikasi minat dan penyaluran minat melalui buku,video dan juga kehadiran tokoh-tokoh fasilitator berbagai keterampilan, mulai dari seni, budaya, olahraga dan lain-lain.

Pengenalan dunia kerja, pengenalan industri kreatif wirausaha melalui buku, video dan juga menghadirkan tokoh profesional bertujuan untuk menumbuhkan semangat dari Anak Matahari akan masa depannya.

Pengenalan budaya dan sejarah bangsa melalui buku, video atau jika memungkinkan,bisa melakukan study tour dengan tujuan mengenali dan juga mengetahui berbagai wilayah lain di Indonesia untuk menumbuhkan kecintaan kepada negeri.

Dengan melakukan kegiatan yang ada di Rumah Matahari, perkembangan anak terhadap pekerti menjadi lebih transparan dan akan menghasilkan anak yang dapat mengembangkan dirinya dengan lebih baik lagi.”Ketika seseorang sudah mempunyai purpose dalam hidupnya pada tahap usia eksplorasi, ia tidak akan menjalani hidup dengan asal-asalan.Hal ini pun harus selalu didasari dengan adanya pekerti dari orangtua sejak dini,” papar psikolog yang pernah menjadi salah satu finalis di ajang Abang None Jakarta.

Dengan ini,diperlukan kerjasama komunitas lintas profesi untuk bersama-sama merintis pembentukan pekerti dan karakter bagi seluruh anak Indonesia.Untuk keterangan lebih lanjut tentang Rumah Matahari dapat menghubungi :

A.Kasandra Putranto (0818 827 779)

via E-Mail : [email protected]

 

Artikel oleh Reynaldhi Hartaman Samilan Ginandjar