konsumsi cokelat turunkan berat badan

konsumsi cokelat turunkan berat badan

source: google image

Untuk para penggemar cokelat di luar sana, ada kabar baik untuk kalian semua! Bertentangan dengan apa yang sering kita dengar, mengkonsumsi cokelat secara rutin per hari justru dapat membantu proses penurunan atau pengontrolan berat badan pada orang dewasa maupun remaja.

Cokelat merupakan hasil olahan makanan yang terbuat dari biji tanaman kakao, tanaman yang berasal dari Amazon. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa cokelat merupakan makanan favorit masyarakat dari segala umur, terlebih wanita. Selain rasanya yang khas, cokelat juga memiliki banyak varian dengan berbagai warna dan bentuk. Cokelat juga terkenal dengan berbagai manfaatnya bagi tubuh.

Walaupun cokelat terkenal dengan kandungan kalorinya yang banyak, mereka yang biasa  mengkonsumsinya secara rutin memiliki kadar lemak tubuh lebih sedikit dari mereka yang tidak. Menurut sebuah penelitian dari University of Copenhagen, dark chocolate dapat membantu menahan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi makanan manis, asin, dan berlemak. Maka, dianjurkan untuk mengkonsumsinya sebelum makan untuk mencegah overeating atau makan secara berlebihan.

Di samping itu, sebuah penelitian dari University of L’Aquila, Italia, menyatakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi satu batang dark chocolate sehari sekali selama 15 hari berturut-turut dapat menurunkan potensi terjadinya resistensi insulin sebanyak 50%. Resistensi insulin ini lah yang merupakan cikal bakal dari penyakit diabetes tipe 2, serta kerusakkan pada jantung dan pembuluh darah.

Meskipun demikian, ada beberapa yang harus diperhatikan dalam pemilihan jenis cokelat yang baik untuk dikonsumsi secara rutin. Cokelat yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin adalah dark chocolate atau cokelat yang mengandung paling tidak 70% tanaman kakao. Perhatikan juga porsinya, cukup kurang lebih 1 inci atau satu potongan kecil cokelat per hari. Bila dikonsumsi secara rutin dan teratur, cokelat juga bisa mengurangi tekanan darah dan menjadi moodboster yang baik. Siapa bilang cokelat itu jahat?!

 

Artikel oleh Nohan Lintang