ethical fashion

ethical fashion

Terkait dengan isu mengenai pemanasan global yang belakangan ramai dibicarakan mendorong kesadaran berbagai pihak untuk mulai bersahabat dengan lingkungan, termasuk para desainer kelas dunia.

Sebagian besar dari kita mungkin belum pernah mendengar atau tahu tentang organic fashion dan eco–fashion. Bahkan umumnya masyarakat awam tidak terlalu peduli dengan fashion. Kita patut tahu bahwa organic dan eco-fashion telah menjadi sesuatu yang sangat besar dan merupakan pernyataan terdepan dari komunitas fashion di negara-negara maju.

Organic fashion merupakan pakaian yang di produksi dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia. Dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia tersebut dapat meminimalisasi bahan kimia yang digunakan pada setiap pemrosesan baik mulai dari proses penanaman, pemeliharaan bahan baku, pengupasan, pemintalan hingga penyelesaian menjadi produk seperti pakaian, tas, sabuk, dan lainnya sehingga dapat mengurangi dampakkerusakan pada lingkungan.

Sama halnya seperti eco fashion yang digunakan untuk pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk – produk ramah lingkungan. Produk eco-fashion dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama yang didaur ulang atau bahkan menggunakan material daur ulang lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya.

Mungkin kebanyakan dari kita berpikir menggunakan pakaian berbahan katun merupakan bahan yang ramah lingkungan. Namun, perlu diketahui bahwa kapas yang sebagai bahan utama katun adalah tumbuhan yang kurang ramah lingkungan. Perkebunan kapas yang secara rutin disemprot pestisida dan bahan kimia yang tidak sedikit dapat membuat banyak efek negatif terhadap lingkungan.

Tak sedikit label fashion di dunia yang sudah menerapkan organic dan eco fashion. Di Indonesia sendiri pun sudah banyak menggunakan organic dan eco fashion tersebut, seperti kulit kerang, tulang, bambu untuk kancing, serta aksesori lainnya. Daun pisang, rotan, hingga eceng gondok juga bisa dimanfaatkan untuk produk tas dan sepatu. IE

 

Artikel oleh Inez Elika