Tingkatkan rasa empati dengan hewan peliharaan

Tingkatkan rasa empati dengan hewan peliharaan

source: Google Images

Keinginan anak untuk memelihara hewan peliharaan sering kali di cemaskan orang tua, banyak alasan yang membuat orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk memelihara hewan peliharaan, diantaranya takut bila sang buah hati terluka lantaran tegigit atau tercakara, bakteri yang terdapat di sekitar hewan, ataupun penyakit seperti alergi dan asma. Anak­anak yang tumbuh dengan hewan peliharaan justru membangun daya tahan tubuh seperti alergi dan asma yang lebih kuat. Ketika terpapar dengan berbagai alergi yang mungkin ada pada hewan peliharaan anak justru membentuk sistem imunitas tubuh yang lebih baik.

Sebenarnya memelihara hewan peliharaan sah­sah saja dilakukan bila hewan yang hendak dipelihara diperkenalkan dengan tepat kepada anak. “menurut saya mengenalkan hewan kepada anak sedari kecil dapat membantu anak untuk mengembangkan dan membangun rasa empatinya apabila diperkenalkan secara tepat. Mengajarkan anak untuk menyayangi hewan termasuk ke dalam meningkatkan perkembangan sosial dan emosionalnya, di dalamnya terdapat pengembangan rasa empati” Kata Arie Rihardini Sundari S.PSI M, Dosen Psikologi anak di Uiversitas YAI.

Empati sendiri berarti bereaksi terhadap perasaan orang lain yang disertai dengan respons emosional yang serupa dengan perasaan orang lain. Seorang anak cenderung meniru apa yang dia lihat dan dia dengar, karena itu peran orang tua sangatlah penting didalam proses pengenalan anak dengan hewan. Dapat ditambahkan dengan orang tua memberi pengertian kepada anak bahwa setiap hewan juga binatang ciptaan Tuhan yang harus kita sayangi dan dijaga, jika kita memelihara hewan dengan cara yang baik maka kita turut menjaga makhluk ciptaan Tuhan, dan ini akan menambahkan pemahaman spiritualnya selain pengembangan rasa empatinya tadi. Hewan peliharaan dapat menjadi teman bermain bagi anak, juga mendidik anak agar bertanggung jawab, disiplin, mendorong tumbuhnya kepedulian, rasa solidaritas, pertemanan, keamanan, kenyamanan, dan sarana menyalurkan kasih sayang.

Orang tua harus memilih hewan peliharaan yang jinak dan mudah dirawat oleh anak. Karena ini berhubungan dengan rasa tanggung jawab dari anak sendiri, dan tergantung dengan jenis hewan peliharaannya. Kucing dan anjing misalnya, usia minimal seorang anak boleh memelihara kucing adalah 6 tahun. Oleh karena sifatnya yang aktif dan membutuhkan penanganan yang lebih serius seperti misalnya memberikan makan dan minum, membersihkan kotoran dan kandangnya jika kucingnya buang air besar atau kecil, selain mengajaknya bermain dan mengajarkannya untuk toilet training.

Namun lain halnya dengan ikan di akuarium kecil seperti toples kecil atau wadah lain yang mudah bagi anak untuk mengganti airnya. Ikan termasuk hewan peliharaan yang cocok untuk anak yang baru pertama kali memelihara hewan atau untuk anak usia 4 tahun ke atas. Tentunya dengan pengawasan orang tua. Karakter anak juga perlu diperhatikan saat memilih hewan peliharaan, kucing dan anjing adalah hewan yang cocok untuk anak yang aktif dan senang berinteraksi, sementara ikan akan lebih sesuai untuk anak yang tenang dan pasif karena ikan tidak dapat diajak berinteraksi. Perhatikan juga kebosanan anak saat memelihara hewan yang sedang dipeliharanya. Anak dapat mencoba hewan peliharaan lainnya seperti kelinci, anjing, hamster dll. Ada beberapa tips untuk orang tua jika anak memelihara binatang:

1. Pertama pastikan bahwa binatang yang akan dipelihara adalah binatang jinak dan ramah terhadap anak­anak, bebas dari penyakit. Bawalah binatang tersebut ke dokter hewan secara berkala untuk memastikan bahwa hewan peliharaan anak anda sehat.

2. Ajarakan anak anda untuk selalu menjaga kebersihan binatang peliharaannya, termaksut dimana hewan tersebut mengeluarkan kotoran, makan dan memandikan binatang peliharannya dengan jangka waktu yang tepat.

3. Biasakan anak untuk memberi makan sendiri binatang kesayangannya. Tegaskan bahwa itulah konsekuensi jika ingin memelihara binatang.

4. Katakan kepada anak jika binatang harus diperlakukan dengan lembut, dan tidak boleh disakiti. Ajarkan kepada anak jangan menggangu binatang yang sedang makan atau jangan menarik ekor binatang peliharaannya ketika bermain, karena akan memicu hewan bertindak kasar terhadap anak.

 

Artikel oleh Dasmaria Panjaitan