Belakangan ini, di mall-mall besar ibukota Jakarta banyak terlihat kaum adam dengan potongan rambut yang hampir serupa. Cepak, klimis dan rapi. Kemudian, muncul tren yang menyebut rambut dengan potongan seperti itu sebagai model “cepak brightspot”.

Mengapa “cepak brightspot”? Brightspot atau Brighspot Market yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan telah berhasil menyelenggarakan acara ke-10 kalinya di tahun 2013 merupakan sebuah acara berkonsep bazaar bertema fashion yang diselenggarakan di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta. Lalu, mengapa kemudian lahir model rambut yang disebut “cepak brightspot”? Banyak yang mengamati, kebanyakan pengunjung pria yang datang ke acara tersebut mempunyai potongan rambut yang serupa sehingga potongan rambut khas tersebut identik dengan Brighspot Market.

Fuadi Bachtiar, mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil studi di Australia, mempunyai potongan rambut yang juga sedang nge-trend saat ini. Namun, Ia menyangkal bahwa Ia hanya mengikuti trend, “Rambut gaya ini sebenernya berawal waktu gue mulai main motor klasik, jadinya gue ngikutin gaya-gaya klasik kaya Elvis Presley gitu terus gue juga ngerasa nyaman dan cocok sama gaya rambut ini”. Lain halnya dengan Fuadi, Ezra Reyhan, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta mengakui bahwa pada awalnya dirinya hanya mengikuti trend, “Ngikutin jaman sih yang pasti, tapi ngerasa nyaman juga, lebih rapi aja diliatnya”.

Dibalik model rambut ala “cepak brightspot”, terdapat juga produk hair styling yang menjadi tren di kalangan pria-pria yang bergaya rambut seperti itu, yaitu pomade. Pomade merupakan produk untuk menata gaya rambut yang menjadi tren sejak tahun 1900-an. Pomade berbahan dasar minyak kelapa, lanolin, wax dan perfume. Bedanya pomade dengan wax atau gel adalah pomade tidak membuat rambut mengering dan keras seperti gel, serta dengan memakai pomade, rambut dapat ditata ulang, selain itu pomade membutuhkan sedikit waktu lebih lama untuk dibersihkan, namun hal ini dapat diatasi dengan mencuci rambut menggunakan produk khusus (de-greaser). Penggunaan pomade yang baik dan benar akan membuat rambut terlihat lebih apik, rapi dan mengkilap. Seperti produk lainnya, pomade memiliki banyak merek dan varian, diantaranya terdapat light hold, medium hold, hard hold, matte look, medium shine, dan high shine.

Pomade terbagi menjadi 3 macam jenis, yaitu oil based, water based dan mixed based. Oil based atau petrol based merupakan pomade berbahan dasar minyak, pomade jenis ini membuat rambut kaku, maksudnya adalah pemakaiannya akan memberi efek yang bisa menahan tekstur rambut yang sudah diatur dalam durasi waktu lama tanpa memberikan efek keras di rambut, tingkat keawetan dijamin lebih maksimal dan lebih mudah untuk ditata ulang, kekurangan dari oil based pomade adalah sulit untuk dicuci, pomade baru akan hilang setelah kurang lebih 5 kali keramas. Berbeda dengan oil based pomade, water based pomade lebih mudah dicuci karena berbahan dasar air. Tingkat keawetan atau hold-nya tergantung dengan merek dan tingkatan jenisnya. Water based pomade cenderung memberikan efek keras seperti ketika menggunakan gel dan lebih mahal daripada jenis oil based. Selain itu terdapat mixed based pomade, jenis ini lebih bisa menahan rambut namun efek shiny yang ditimbulkan akan kurang jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

contoh macam-macm pomade

contoh macam-macm pomade

picture source : mensxp.com

 

Dimas Danang, penyiar radio sekaligus pembawa acara di televisi swasta nasional yang juga seorang graphic designer, hampir selalu mengandalkan pomade untuk menata rambutnya sehari-hari. Danang yang sekarang juga masih menjadi mahasiswa semester 7 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta mulai memakai pomade sejak semester 5, “Gue termasuk pemakai pomade baru, karena susah jaman dulu nyari pomade. Ada sih mungkin pomade lokal tapi gue ngga tau nyari dimana dan gue bukan anak yang ngulik banget tentang pomade tapi tetap berusaha tampil, jadi dulu pakenya Brisk atau Tancho”. Ia mengaku terinspirasi memakai pomade dari idola-idolanya di tahun 1920-1950an. Ia menyukai tatanan rambut yang rapi, selain The Beatles, Elvis Presley dan Marlon Brando juga turut menginspirasi Danang dalam menata rambutnya, Ia menambahkan, “Gue juga jatuh cinta sama Johnny Depp pertama kali setelah film Cry Baby, disitu rambutnya keren banget. Ternyata itu rambutnya model greaser”.

Setelah ditelusuri, sebenarnya tatanan rambut hampir serupa ala “cepak brightspot” merupakan bahasa awam dari salah satu model rambut pria yang ada. Salah satunya adalah pompadour. Pompadour adalah gaya rambut klasik yang namanya diambil dari nama selir King Louis XV, Madame de Pompadour. Model rambut pompadour dipopulerkan oleh Elvis Presley, sang raja rock and roll, yang menjadi signature hairstyle-nya selama tahun 1950-an. Setelah sekian lama berkembang, pompadour kembali membawa tren gaya rambut untuk pria modern.

gaya rambut sleek pompadour

gaya rambut sleek pompadour

picture source: menshairstyletrend.com

 

Selain pompadour, ada banyak macam tatanan gaya rambut pria, seperti slip back, quiff, jar head, elephant trunk, dan lain-lain. Danang menganggap banyak orang yang keliru dengan tatanan gaya rambut tersebut, “Orang-orang banyak nganggep yang dibilang ‘cepak brightspot’ itu gaya rambut slip back, padahal sebenernya kalo di luar negeri itu bisa macem-macem. Selain itu, contohnya kayak Bruno Mars, banyak yang nganggep dia pake gaya rambut pompadour, padahal sebenernya dia pake gaya quiff”.

bruno mars dengan gaya rambut guiff

bruno mars dengan gaya rambut quiff

picture source: capitalfm.com

 

Danang memberikan beberapa tips bagi yang baru ingin memulai tampil keren dengan tatanan gaya rambut menggunakan pomade, “Kalo mau coba ber-pomade ria, gue saranin jangan langsung ke pomade, nanti kalian akan geregetan sendiri karena rambut kalian akan pecah karena dari cara pakainya aja harus diperhatiin. Pomade itu harus digosok di tangan dulu sampai panas, selain biar lebih bagus di rambut,  juga akan lebih mudah untuk dicuci dari tangan. Selain itu, pemilihan sisir pun juga penting, ngga boleh pakai sembarang sisir. Tapi, kalo emang mau coba, disesuain aja sama rambut. Jangan pikir pomade yang extra strong, super hot, extra hot atau apalah pasti bagus buat rambut kalian karena belum tentu. Pemilihan pomade itu berdasarkan panjang rambut dan jenis rambut, karena jenis rambut Asia itu kan cenderung tipis dan lurus jadi harus pinter-pinter ngakalain potongan rambut sama pomade yang dipake. Kalo gue misalnya, salah satu pomade shop langganan gue, 79 Pomade Shop, baru ngeluarin pomade yang super hard, nah itu gue akan susah nyisirnya, tapi itu akan bagus untuk panjang rambut medium ke pendek”.

Pomade favorit Danang saat ini untuk sehari-hari saat ini adalah merek Layrite, karena rambutnya yang panjang, Ia lebih memilih untuk memakai yang packaging-nya berwarna kuning daripada yang coklat (super hold). Untuk jalan-jalan atau kerja, Ia memilih memakai pomade bermerek Murray’s Superior, Excelento dan pomade dari 79 Pomade Shop yaitu Riot Rider yang bekerja-sama dengan pomade produksi luar negeri bernama Cock Grease.

Tips tambahan dari Danang, “Sebenernya kan pakai pomade itu biar lebih hemat ya, karena pemakaian pomade bisa 2-3 hari masih dengan gaya rambut yang kalian tata dari awal. Tapi, kalo misalnya mau cepat hilang, kalian bisa panasin air terus campurin minyak zaitun lalu tinggal kalian celupin rambut kalian ke air itu”. Pomade yang dijual di Indonesia memang tidak bisa dibilang murah, harganya berkisar antara Rp 100.000 – Rp 290.000, Danang juga memberi saran untuk produk hair styling yang lebih murah, “Ada yang mereknya Tancho atau kalian bisa cari di apotik-apotik yang ada di pusat perbelanjaan yang mereknya Syoss, itu menurut gue cocok untuk rambut Asia dan ngga kalah bermanfaat dari pomade, tapi ya pasti akan kurang shiny dan kurang hold-nya, jadi harus sering-sering disisir ulang”.

Danang yang mengkhususkan hari Sabtu, Minggu dan Senin tanpa pomade untuk dirinya ini mempunyai beberapa referensi untuk melihat style rambut yang up-to-date untuk dicontoh dirinya, salah satunya adalah Andrew Villeda (www.andrewdoeshair.com). “Dia pernah kasih saran, jangan pernah lawan rambut kalian. Kalo rambut kalian arahnya ke kanan, do it straight ke kanan. Kalo mau coba ke arah kiri, minta tukang cukur untuk potong dan ubah ke kiri,” kutip Danang dari penata rambut favoritnya tersebut. “Kalo kalian ngelawan arah rambut, pertama rambut kalian akan gampang pecah (tatanannya), kedua, ketika kalian nyisir akan nyabut akar rambut,” ujar Danang lagi. “Yang paling ribet sih sebenernya model rambut kaya gue, belahannya di tengah, tapi enaknya belah tengah kalo mau model rambut elephant trunk, quiff atau pompadour akan lebih gampang,” tutupnya.

 

 

Artikel by Triana Ramadhona

Keywords:

  • tempat jual pomade di mall
  • Manfaat pomade
  • cepak brightspot
  • macam macam pomade
  • kegunaan pomade
  • minyak rambut pomade
  • cara memakai pomade
  • apa itu pomade
  • pomade danang
  • pomade yang bagus