internet sebagai sahabat bagi anak

internet sebagai sahabat bagi anak

Foto: copyright www.huffingtonpost.com

 

Internet tak selamanya berdampak buruk bagi anak. Dengan batasan-batasan tertentu, internet akan membuat anak memiliki wawasan dan pandangan yang lebih luas dibandingkan dengan anak yang tidak mengenal internet.

Bermain game dan browsing di dunia maya sudah menjadi kegiatan Julius Kurniadi, 14, setiap harinya sepulang dirinya dari sekolah. Kegiatan ini dimulai pukul 2 siang sampai pukul 4 sore, Julius sudah akrab dengan Internet dan membuat dirinya sibuk sendiri. Bagi Julius, internet sudah menjadi kesehariannya saat ini. “Aku suka main game di komputer dan beberapa dari game itu sifatnya online, kadang aku juga buka Facebook selain itu aku juga suka browsing,” papar anak yang sekarang duduk di kelas 2 SMP ini.

Saat ini, internet bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi setiap orang, tua muda, laki-laki perempuan, orang kantoran, pengusaha atau bahkan ibu rumah tangga pun turut ambil bagian di dalamnya. Internet pun sudah memasuki tidak hanya perguruan tinggi, tapi sekolah dasar dan menengah. Tidak jarang guru di sekolah menugaskan siswa untuk menggali informasi melalui internet sebagai salah satu media pembelajaran. Hal itu membuat anak yang masih duduk di sekolah dasar harus mampu ‘berselancar’ di dunia maya.

Menurut hasil wawancara dengan psikolog sekaligus merupakan ketua SGO (Student Guidance Office) dari Universitas Swasta di Jakarta, Veronika Trimardhani beliau mengatakan bahwa setiap anak boleh bermain internet, tetapi harus atas izin dan ada pengawasan dari orangtua. “Tidak ada salahnya jika membiarkan anak untuk bermain internet. Internet itu dibuat untuk membuka jendela dunia,” tandasnya. Selain itu, sebelum anak asik berjam-jam membuka internet dan bermain game. Orang tua juga harus menetapkan peraturan yang harus ditaati oleh anak. “Jadi sebelum orangtua mengizinkan, harus ada peraturan terlebih dahulu,” ujar Ibu Vero sapaan akrab dirinya.

Ibu Vero menjelaskan, tidak ada batasan umur bagi anak-anak untuk mereka boleh mengakses internet. Karena jika dilihat berdasarkan fungsinya, anak-anak juga butuh internet. Fungsinya tersebut pun bermacam-macam, seperti untuk mengerjakan tugas, iseng membuka situs untuk menambah pengetahuan, atau hanya sekedar membuka permainan komputer.

Peran orang tua sangatlah penting karena orang tua harus memberitahu pada anak mana yang benar dan salah, mana yang boleh dan tidak boleh akses. Untuk anak-anak yang ingin mengakses internet sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dari orang tua itu sendiri. Saat anak menggunakan internet, orang tua diperkenankan untuk menunjukan rasa ketertarikannya pada apa yang dilakukan oleh anak, misalnya dengan bertanya apa saja yang anak buka dan apa saja yang mereka lihat. Hal ini akan membuat anak terbuka dan tidak menyembunyikan apa saja yang telah mereka dapat atau lihat di internet.

Perlu diwaspadai jangan sampai kegiatan membuka situs internet ini dapat menggangu kegiatan aktivitasnya yang lain. Misalnya seperti mengganggu jadwal les, mengganggu kegiatan beraktivitas bersama anggota keluarga yang lain, atau mengganggu jam belajarnya karena asik dengan dirinya sendiri. Orang tua harus menperingatkan anak-anaknya, agar anak tidak kecanduan pada internet dan internet itupun tidak berdampak negatif bagi diri mereka sendiri.

Orangtua memegang kunci peran yang penting dalam hal ini. Ketika anak telah mendapatkan izin untuk bermain internet, jangan lupa untuk mengunci situs-situs tertentu yang berhubungan dengan situs yang berbau pornografi dan mengingatkan anak untuk boleh membuka situs yang diperlukan saja. Maka dari itu, negosiasi di awal itu sangatlah penting! Semoga Anda sebagai orangtua dapat menjadi orangtua yang lebih bijaksana dimulai dari sekarang dan nanti. Demi masa depan anak-anak kita kelak.

 

 

Oleh Livia 2012160172