kebiasaan kecil yang masih berlaku hingga usia tua

kebiasaan kecil yang masih berlaku hingga usia tua

Ada beberapa kebiasaan baik yang ditanamkan orang tua sejak kecil yang ternyata baik dan bermanfaat jika diterapkan sampai usia dewasa.  Kebiasaan tersebut  bermanfaat meningkatkan produktivitas, membuat bahagia sampai mengurangi stres. Mantan Presiden Amerika John F. Kennedy, memiliki kebiasaan melakukan tidur siang setiap hari. Ada banyak lagi kebiasaan baik yang ditanamkan sejak masa kecil hingga usia dewasa. Berikut Sharing di Sini Kebiasaan Baik Di Masa Kecil Yang Terus Berlaku Hingga Usia Tua.

1. Tidur siang
Tidur siang memiliki manfaat yang besar yaitu mengisi ulang energi, merangsang kekebalan tubuh. Cukup 20 menit memejamkan mata dapat memerangi kelelahan dan stres. Bahkan, meluangkan waktu untuk tidur siang disela-sela bekerja akan membentuk sikap yang lebih waspada , kreatif dan lebih produktif.

2. Membuat Sebuah Kreatifitas
Bagi mereka yang bukan seniman (seorang yang bekerja di belakang meja dan layar komputer), melakukan aktifitas yang membuat suatu kreatifitas seperti, menuangkan bakat seninya dalam menggambar, melukis, membuat dekorasi rumah, fotografi, dll. Hal tesebut bisa menjadi perangsang otak untuk memupuk ide brilian berikutnya untuk pekerjaannya. Kegiatan membuat kreatifitas ini mampu membawa perubahan ke arah positif sehingga dapat meningkatkan mood Anda, meningkatkan produktivitas dalam bekerja menjadi lebih cerdas, ide – ide terbaik dapat muncul ketika berada di depan komputer / tempat kerja .

3. Bermain di luar ruangan
Orangtua selalu mendorong putra putrinya untuk bermain di luar ruangan. Hal tersebut bermanfaat agar anak-anak belajar bersosialisasi, bermain diluar juga akan menjauhkan dari kebosanan, menghindari penyakit mata serta memberi keuntungan untuk menghirup udara segar dan memperoleh vitamin D.  Melakukan aktifitas di luar ruangan seperti berolahraga pagi di luar akan meningkatkan kemampuan Anda untuk lebih fokus, menyegarkan otak, memperbaiki dan memulihkan kebosanan rutinitas.

4. Jalan-jalan / Luangkan waktu untuk pergi keluar
Amarah dan emosi tak terkendali tidak hanya berlaku pada anak-anak. Dan saat anak-anak marah, menangis dan mengamuk, salah satu cara mengatasinya adalah mengajaknya pergi keluar / menjauhi hal-hal yang menyebabkan amarah. Nah, hal tersebut juga berlaku sampai usia dewasa. Ketika merasa marah dengan pasangan kita, merasa marah terhadap sesuatu hal, terkadang kita butuh waktu sejenak untuk pergi keluar. Dengan sejenak menjauhi dari penyebab amarah, pergi keluar, Anda mendapat sebuah kesempatan untuk menjadi lebih tenang, mengelola hati dan pikiran Anda untuk mendapatkan solusi, dan menerima sesuatu yang menyebabkan diri Anda marah. Jon Wortmann seorang ahli psikologi mengatakan bahwa, dengan pergi keluar sejenak, Anda dapat membantu mengumpulkan pikiran sebelum mendidih dan mengatakan atau melakukan sesuatu yang Anda sesali . ” Kuncinya adalah untuk mundur dari drama apapun, tekanan atau kecemasan yang Anda rasakan dan untuk mengingatkan diri Anda bahwa Anda berada dalam kendali dari apa yang Anda lakukan dengan hidup Anda, apa yang Anda rasakan dan bagaimana Anda mengalami saat ini,” jelas Wortmann . Apakah itu dengan berjalan-jalan di sekitar blok atau berlatih napas dalam di luar rumah / ruangan Anda. Lalu tetapkan batas waktu, Anda akan kembali ke masalah yang harus Anda hadapai dan selesaikan dengan lebih tenang setelah mengambil istirahat .

5. Jangan Pernah Gengsi Minta Maaf
Kata “MAAF” memang seperti kekuatan sihir yang mampu memperbaiki kerusakan , memperbaiki hubungan , menenangkan dan menyembuhkan luka patah hati , ” tulis oleh psikoterapis Beverly Engel , LMFT. Permintaan maaf yang tulus, dapat mengurangi kecemasan dan tingkat denyut jantung dan bahkan membantu Anda tidur lebih baik di malam hari ketika Anda merasa bersalah tentang sesuatu. Anak-anak tidak selalu mudah untuk meminta maaf, tetapi mereka memiliki penjaga/orangtua yang selalu mengingatkan mereka perihal yang benar untuk dilakukan. Kuncinya di sini adalah untuk menjadi yang dewasa untuk diri sendiri. Jangan pernah gengsi untuk mengatakan Maaf, jika Anda memang bersalah.

6. Memaafkan / Lepaskan dendam
Seperti anak-anak yang selepas berseteru dengan teman bermainnya, tidak lama dari itu mereka mampu akrab kembali dan bermain bersama-sama lagi. Moral baik ini sebaiknya kita lakukan ketika kita sudah dewasa. Ketika sesorang bersalah, bahkan telah meminta maaf kepada kita, sebaiknya kita memaafkan dengan tulus dan melepaskan dendam. Menanamkan kasih sayang terhadap sesama, menebarkan kebaikan terhadap sesama,  hal ini akan mengurangi stres dan lebih bahagia dalam jangka panjang .

Dengan bertambahnya usia kita, sudah selazimnya bertambah pula kebijaksanaan kita. [e_SdS]