anak saya, ketika ia sedang mengambeg

anak saya adek “S”, ketika ia sedang mengambeg karena sudah kenyang dan tidak mau makan lagi

Adalah fakta bahwa setiap balita pasti menangis, mengamuk, bandel dan perilaku nakal lainnya. Berapa banyak dari Anda para orangtua yang menemukan coretan si kecil di dinding, lukisan bagus di cermin meja rias Anda dengan lipstik warna favorit Anda, tumpukan baju yang tadinya rapi di lemari menjadi keluar berantakan tidak karuan berceceran di luar lemari?

Tentu hal tersebut snagat mengganggu dan dalam kasus-kasus seperti ini tingkat emosi para orang tua mencapai batas tertinggi. Balita memang suka mencari perhatian dan jika Anda tidak memberi mereka perhatian yang ia perlukan, bersiaplah Anda untuk bersabar menghadapinya, ketika kenakalannya mulai memuncak.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung,  mengarahkan dan agar si junior dapat bekerjasama sesuai harapan para orangtua, sehingga diharapkan orang tua mampu berperan langsung dalam membantu meningkatkan perilaku balita. Berikut Sharing di Sini Tips untuk Orang Tua : Mengelola Perilaku Buruk Balita Agar Bersikap Lebih Baik.

1. Terimalah anak Anda

Yang pertama untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada di putra/putri Anda adalah menerima anak Anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Saat anak Anda tumbuh, ia akan menampilkan ciri kepribadian tertentu. Beberapa diperolehnya dari caranya mempelajari dari lingkungan sekitarnya, sedangkan sifat dan perilaku lainnya diperoleh dari faktor genetik. Hargai proses tumbuh kembang individunya dan tanpa mengharuskannya untuk menjadi seperti Anda. Untuk meningkatkan perilaku terpuji balita Anda, yang harus Anda lakukan adalah untuk menghindari pelabelan fitur tertentu (mengecap buruk/negatif) dari perangai buruk anak Anda. Sebaliknya, memelihara kepribadian anak Anda dengan mencari cara untuk membantu dia merasa percaya diri dan mendukung sikap positifnya.

2. Tunjukkan Cinta Anda

Cara terbaik untuk meningkatkan perilaku yang mulia pada balita Anda adalah dengan mendidiknya dengan banyak cinta. Caranya adalah dengan memberinya perhatian positif. Orangtua perlu memastikan bahwa harus memberi kasih sayang kepada anak harus lebih banyak dari konsekuensi atau hukuman. Berikan anak Anda banyak pelukan dan ciuman. Sering untuk memujinya dan perhatian yang cukup, akan membantu untuk memotivasi anak untuk selalu hormat dan mematuhi aturan orangtua.

3. Minimalkan Aturan

Daripada terlalu berlebihan dan terlalu ketat memberi aturan / banyak larangan kepada anak, hal ini malah dapat menggagalkan dia, membuatnya bingung karena segala sesuatu dilarang. Sehingga aturan / larangan menjadi hal yang sudah biasa, sehingga ia mudah melanggarnya. Untuk itu, pilih beberapa prioritas aturan. Misalnya, yang nomer satu adalah aturan yang berhubungan dengan  keselamatan, dan kemudian secara bertahap tambahkan aturan untuk hal yang lain dari waktu ke waktu. Bantu balita untuk tidak terlalu sering mendengar aturan atau larangan langsung dari Anda, caranya adalah dengan mencegah dan memikirkan jauh ke depan (ide orangtua yang selangkah lebih maju), misal: Anda membuat pagar rumah, tujuannya agar balita tidak sembarangan bermain di luar rumah, untuk faktor keamanannya.

4. Mencegah Terjadinya Amarah

Setiap orang tua harus mengenal karakter anaknya,  bahwa anak mereka memiliki batas untuk dapat mengambeg, marah dan mengamuk. Namun, sebagai orang tua, Anda dapat mengurangi frekuensi, durasi atau intensitas tantrum (kemarahan) anak Anda dengan mengajarkan anak Anda untuk mengikuti aturan Anda sebagai orangtua. Terkadang anak punya rasa gengsi terhadap orangtuanya. Anak lebih suka diajak, daripada disuruh / diberi perintah. Ia tidak / belum paham, untuk itu jika Anda menginginkan dia mengerjakan apa yang ingin Anda maksud, sebaiknya Anda turut serta/mengajaknya dengan kelembutan. Misal: “Nak, yuk kita bersama-sama beresin semua mainannya. Biar mainannya juga istirahat seperti adek yang mau tidur.” BUKAN dengan: “Ayo! mainannya yang sudah berantakan diberesin dan dikembalikan lagi!”

5. Berilah contoh yang baik

Ujung pendidikan terbaik orangtua kepada balitanya adalah dengan memberikan teladan bagi anak-anak mereka. Trik ini adalah satu keajaiban! Anak-anak belajar bersikap dengan melihat orang tua mereka. Cara terbaik bagi Anda untuk menunjukkan anak Anda bagaimana berperilaku adalah selalu berperilaku positif, sehingga ia pun akan mengikuti perilaku yang Anda jalankan.

Ini adalah beberapa tips pengasuhan orangtua kepada balitanya untuk membantu meningkatkan perilaku baik pada balita. Anda punya pengalaman parenting yang menginspirasi para orangtua yang lainnya? Yuk, Sharing di Sini Pengalamannya ya.

[e-SdS]