Kecerdasan anak amat beragam, jika ia tidak pandang berhitung pasti ia memiliki kecerdasan yang lain. Semua orang tua ingin anaknya cerdas. Segala carapun coba ditempuh, mulai dari memberinya makanan bergizi, menyekolahkan anak sedini mungkin di pre school terbaik, atau bahkan menstimulasi dengan berbagai mainan.

Jangan buru-buru khawatir bila anak tetangga sudah bisa menghapal abjad sementara buah hati Anda belum. Ukuran kecerdasan sangat luas, bukan hanya terbatas pada kemampuan tertentu. Kecerdasan anak sangat beragam yaitu :

  • Verbal Ligustic, kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato dan diskusi
  • Logical mathematical, kemampuan menggunakan logika matematika dalam memecahkan masalah
  • Visual spatial, kemampuan berpikir tiga dimensi
  • Body kinesthetic, ketrampilan gerak, menari dan olahraga
  • Musical, kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama.
  • Intrapersonal, kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri
  • Interpersonal, kemampuan memahami dan menyesuaikan dengan orang lain
  • Naturalist, kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan

Itu sebabnya, seorang anak dapat memiliki kecerdasan multiple, berbagai kecerdasan yang dapat dikembangkan. Tentu saja tergantung dua factor utama, yakni faktor keturanan dan lingkungan. Kedua faktor ini sangat terkait. Jika kedua orangtua cerdas, anaknya cenderung akan cerdas pula, dengan catatan lingkungan mendukung pengembangan kecerdasannya. Namun sebaliknya, jika faktor lingkungan tidak mendukung, kecerdasan anak tidak akan optimal.

Jika kedua orangtua kebetulan tidak berkesempatan memiliki pendidikan tinggi, anaknya bisa cerdas bila dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan, sejak dalam kandungan sampai usia sekolah.

Dokter Soedjatmiko menggaris bawahi 3 kebutuhan pokok agar seorang anak dapat mengembangkan kecerdasannya :

  • Penuhi kebutuhan fisik dan biologis
  • Penuhi kebutuhan emosi dab kasih sayang
  • Stimulasi dini