Daging memang merupakan sumber protein yang sangat lezat, selain itu juga baik untuk proses tumbuh kembang anak. Namun, baru-baru ini para ilmuwan dari Inggris menemukan fakta terbaru mengenai daging perihal pertumbuhan anak. Yaitu bahwa anak perempuan jika sejak usia 3 tahun sudah terlalu sering mengonsumsi daging (lebih dari enam porsi seminggu), ternyata akan mengalami masa pubertas dini atau masa menstruasi lebih cepat datangnya pada saat menginjak usia remaja.

Dalam laporan yang dimuat dalam jurnal Public Health Nutrition, para ahli menyebutkan bahwa pola makan yang tinggi daging akan membuat tubuh siap lebih awal untuk kehamilan dan memicu pubertas lebih awal.

Selama abad 20, usia rata-rata remaja putri mendapatkan menstruasi terus menurun secara signifikan. Hal ini antara lain disebabkan oleh nutrisi yang lebih baik dan meningkatnya kadar kegemukan, yang berpengaruh pada hormon.

Meski demikian, para ahli meyakinkan supaya para orangtua tidak takut memberikan daging kepada anak perempuan mereka. Dikatakan Dr. Imogen Rogers, dosen nutrisi dari University of Brighton, Inggris, daging adalah sumber zat besi dan zinc. Para orangtua tidak perlu khawatir memberikan daging kepada anak perempuan, asalkan diberikan pada porsi yang sesuai dan tidka berlebihan. Keseimbangan gizi dan variasi menu harus tetap diperhatikan para orangtua. Sehingga setiap hari anak-anak tidak melulu menerima protein dari daging. Sebagi variasinya, protein dapat ditemukan misalnya pada ikan, kedelai dan kacang-kacangan lainnya.