junk food menyebabkan stres, depresi dan kecemasan

junk food menyebabkan stres, depresi dan kecemasan

Jika Anda sedang merasa sensitif, mellow, cemas dan stres, lalu menjatuhkan pilihan untuk menghilangkan itu semua dengan sepotong burger, donat, pizza, atau makanan berlemak lainnya. Oh… Anda salah.

Karena baru-baru ini rilis hasil studi dari Montreal Univeristy yang telah menemukan bahwa selain menyebabkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskuler, konsumsi makanan kaya lemak telah terbukti menyebabkan jenis yang sama dari reaksi kimia seperti obat-obatan terlarang. Junk food tak hanya dapat memberikan kepuasan instan namun membuat depresi dan kecemasan, kata para ilmuwan.

Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity pekan lalu, para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak menunjukkan tanda-tanda kecemasan dan depresi seperti menghindari daerah terbuka dan menjadi bingung (kurang upaya untuk melarikan diri) ketika terjebak. Para ilmuwan menemukan bahwa otak dan fisik berubah. Tikus yang diberi diet tinggi lemak memiliki tingkat kortikosteron (hormon yang berhubungan dengan stres) dan memiliki kegiatan yang lebih tinggi dari molekul yang dikenal sebagai CREB, yang telah dikaitkan dengan perilaku depresif meningkat. Penelitian terbaru ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang juga menyamakan perilaku makan yang kompulsif dan penggunaan narkoba.

Para peneliti dari Scripps Research Institute di Florida juga sependapat dengan hal yang sama pada tahun 2010, ketika mereka menemukan bahwa makan kalori tinggi berlebihan dapat memicu kecanduan seperti respon di otak. [e_SdS]