anak diare

anak diare

Diare dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali pada anak-anak. Diare terjadi pada anak-anak dan balita karena anak-anak dan balita belum memiliki daya tahan dan kekebalan yang kuat sehingga mudah terinfeksi oleh virus, sehingga rentan terhadap penyakit. Penularan diare pada anak-anak biasanya melalui tangan, makanan, kotoran, dan lalat.

Anak-anak cenderung memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut dan mengisap ibu jarinya, sedangkan aktivitas anak sangat mungkin terkontaminasi virus, kuman, bakteri, parasit dan mikro-organisme lainnya. Dianjurkan bagi orang tua saat memberikan makanan kepada buah hati, jika makanan telah lebih dari dua jam dan belum juga habis sebaiknya tidak diberikan lagi kepada anak karena akan membahayakan kesehatan anak-anak.


Penyebab dan tanda-tanda diare pada anak-anak

Sebagian besar penyebab utama diare pada anak-anak disebabkan oleh infeksi virus dan sisanya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, alergi makanan dan keracunan makanan. Gejala yang paling umum dari kondisi ini dapat diikuti oleh mual dan demam. Diare juga dapat mempengaruhi keseimbangan cairan dan kandungan garam pada anak-anak. Jika terlalu banyak cairan dan elektrolit yang hilang selama diare, anak-anak dapat mengalami dehidrasi dan mulut kering / kehausan.

Pada saat mengalami diare, makanan tidak dicerna dan diserap dengan baik, cairan akan ditarik dari dinding usus. Sari-sari makanan transit di usus dalam waktu sangat singkat sehingga cairan tidak dapat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair. Sebenarnya, usus besar tidak hanya mengeluarkan cairan yang berlebihan, tetapi juga elektrolit. Cairan dan elektrolit yang hilang melalui diare dapat menyebabkan dehidrasi.

Tanda-tanda anak-anak menderita diare adalah tinja lebih encer dan frekuensi lebih sering dari biasanya. Biasanya ada lendir dalam tinja dan bahkan darah, tergantung pada apa penyebab diare pada anak-anak. Ketika anak menderita diare biasanya disertai dengan demam dan muntah.

Mengatasi diare pada anak-anak

Dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaan obat anti-diare untuk anak-anak. Jika ada kekurangan cairan atau dehidrasi, dokter akan menggunakan cairan infus sebagai penyembuhan. Anda sebagai orangtua  juga harus memberikan upaya  rehidrasi oral pada anak-anak sebagai solusi untuk mengobati anak-anak (untuk mengatasi kekurangan cairan pada anak-anak).

Jika seorang anak makan makanan padat, dokter mungkin akan meminta untuk beralih ke diet/makan yang hambar (tidak mengandung gula/garam), pisang, jus apel, bubur dan sereal beras. Pisang mengandung potasium untuk keseimbangan elektrolit. Sebaiknya jangan mengkonsumsi rempah-rempah, baik teh atau minuman lain yang mengandung kafein. Yogurt atau produk probiotik sangat baik untuk penderita diare, karena dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Anak-anak tidak memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk menangkal diare dalam waktu yang lama. Jadi segera hubungi dokter jika diare selama beberapa kali dan juga belum berhenti.Sangat penting untuk mengkonsumsi banyak air atau sup untuk mencegah dehidrasi. Ketika diare pada anak-anak belum memasuki tahap dehidrasi, berikan minum air putih hangat setiap kali diare sehingga cairan yang hilang dengan kotoran dapat diganti untuk mencegah dehidrasi. [e_SdS]

 

 

 

 

berbagai sumber

Keywords:

  • obat berak berak untuk balita
  • obat berak berak
  • cara mengatasi berak berak pada anak
  • cara menghilang anak bera bera
  • cara mengobati baiy bera bera atau menceret
  • obat berak berak anak
  • obat berak u