Kecerdasan spiritual dapat dipupuk dan dibentuk sejak awal kehidupan. Bahkan sebelum bayi lahir pun, kita bisa mengembangkan kecerdasan spiritualnya.

Sejak dalam kandungan kita bisa mengembangkan kecerdasan spiritual calon bayi dengan cara rajin mengelus-elus, membelai atau mendendangkan lagu lewat perut ibu. Intinya adalah memberikan perhatian kepada bayi yang masih di dalam kandungan. Bahkan kalau perlu, orang tua membacakan cerita atau mengajaknya berbicara.

Para ahli telah meneliti bahwa pertumbuhan janin di dalam kandungan tidak hanya membutuhkan makanan dan nutrisi secara fisik saja. Tapi juga makanan bagi jiwanya, yaitu berupa perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

Setelah bayi lahir, maka menjadi tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik, termasuk memberikan stimulasi untuk mengembangkan kecerdasan spiritualnya. Berikut Sharing Di Sana akan memberikan beberapa cara yang ditempuh untuk mengembangkan kecerdasan spiritual anak sejak dini.

Perdengarkan ayat-ayat dalam kitab suci

Memang anak belum tahu makna yang terkandung dalam kitab suci tersebut. Namun, demikian dengan terbiasa mendengarkan isi kitab suci, maka anak akan terbiasa dan mulai mengenalkan pada Tuhannya.

Perdengarkanlah lagu – lagu rohani kepada anak sesering mungkin

Sama dengan tujuan mendengarkan kitab suci, memperdengarkan lagu-lagu rohani pun sangat penting untuk mengasah indera batiniah anak. Selain itu juga akan membuat anak semakin sering diingatkan tentang keberadaan dan keagungan Tuhannya. Tak ada salahnya memperdengarkan lagu-lagu rohani dalam CD atau kaset saat menjelang waktu tidur si kecil.

Bacakan cerita-cerita tentang tokoh-tokoh agama seperti nabi dan sahabatnya

Cerita merupakan salah satu media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada anak. Meski pun anak belum bisa membaca dan berbicara. Prinsipnya, si kecil membutuhkan rangsangan positif sebanyak mungkin sejak dini. Sehingga, mengajaknya berbicara, menyanyi, bahkan mendogeng cerita untuk si buah hati tetap bisa Anda lakukan, meski pun usianya masih 1 tahun atau bahkan kurang.

Ajaklah anak untuk bertamasya menikmati keindahan alam

Tidak ada salahnya sekali-kali membawa si kecil rekreasi, terutama ke lokasi wisata yang bisa membuatnya mengenal alam. Sebut saja pegunungan, taman bunga, dll. Ini akan membuatnya belajar melihat ‘dunia’ lain selain ‘dunia’ yang biasa dilihatnya di rumah, seperti kamar, ruang keluarga, kamar mandi, teras dll. Manfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan kepada anak, dengan bahasa yang sangat sederhana tentang Tuhan yang telah menciptakan alam yang begitu indah. Selain untuk menyegarkan pikiran, kegiatan rekreasi seperti ini juga bisa memupuk kecerdasan spiritual anak.